Rabu, 17 Juni 2026 | 18:44
NEWS

Pengacara: Brigadir J Ditembak dari Belakang Kepala Tembus ke Hidung

Pengacara: Brigadir J Ditembak dari Belakang Kepala Tembus ke Hidung
Ilustrasi tembakan (ntmcpolri.info)

ASKARA - Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat ditembak dari belakang di bagian kepala.

Hal itu dikatakan kuasa hukum keluarga Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak. Hal itu, kata dia, diperkuat dari hasil sementara autopsi ulang kepada Brigadir J yang digelar di Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (27/7). 

"Tembak dari belakang kepala tembus ke hidung," ungkap Kamaruddin, dalam keterangannya seperti disiarkan di YouTube, Sabtu (30/7).

Kamaruddin menyebut, dua dokter yang mewakili keluarga Brigadir J turut terlibat dalam autopsi ulang pada Rabu kemarin. Selanjutnya, dokter perwakilan keluarga mencatat semua autopsi ulang dan diberikan ke dirinya untuk diaktakan ke notaris. 

Dalam catatan dokter dari pihak keluarga, ditemukan benjolan di belakang kepala yang berasal dari bekas lem.

Menurut Kamaruddin, dokter yang mengautopsi membuka lem dan ditemukan sebuah lubang yang kemudian disonde memakai alat seperti sumpit diarahkan ke mata. 

"Sonde itu seperti ditusuk pakai alat seperti sumpit, disonde ke arah mata mentok," ujarnya. 

Penyondean, kata Kamaruddin, kembali dilakukan di lubang bagian belakang kepala mengarah ke hidung dengan posisi agak tegak lurus.

Kamaruddin menyebut lubang yang ada di bagian belakang kepala yang posisinya agak di atas, tembus ke hidung jenazah Brigadir J. 

Dia mengaku dalam beberapa kesempatan sempat mempertanyakan adanya luka di jenazah Brigadir J di bagian hidung. 

"Disonde ke arah hidung ternyata tembusnya ke jahitan yang sebelumnya difoto dan berulang kali saya sempat bilang ke media, bekas lubang peluru yang ditembak dari belakang kepala," ungkapnya. 

Dia menambahkan, temuan tim dokter itu memperkuat anggapan dirinya bahwa Brigadir J ditembak dari arah arah belakang di bagian kepala. 

Selain itu, dia pun menyebut temuan autopsi ulang menandakan Brigadir J tewas bukan dalam baku tembak. 

Sebab, kegiatan tersebut biasanya terjadi apabila dua orang dalam posisi berhadapan. 

"Itu catatan mereka. Catatan mereka di ruang operasi," tandas Kamaruddin.(jpnn)

Komentar