Pengakuan Bharada E, Tembak Brigadir J Dua Kali dari Jarak 2 Meter
ASKARA - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik mengatakan, pihaknya telah mendapatkan keterangan dari Bharada E terkait tewasnya Brigadir J.
"Dia menjelaskan kronologinya," ungkap Taufan, dalam acara Kontroversi Metro TV, yang diunggah di YouTube, dikutip Sabtu (30/7).
Dikatakan Taufan, bahwa Bharada E mengaku telah menembak Brigadir J. Peristiwa itu bermula saat Bharada E yang baru tiba di rumah dinas Ferdy Sambo, yang kemudian naik ke lantai dua rumah itu. Ketika itu ia akan melakukan isoman.
"Di CCTV kelihatan," ucap Taufan.
Bharada E naik ke lantai dua menuju ke ruangan tidur ajudan.
"Tiba-tiba dia mendengarkan suara teriakan dari Bu Putri (istri Ferdy Sambo). Ini versi dia, bukan Komnas," kata Taufan.
Kemudian, setelah mendengarkan teriakan itu, Bharada E turun dan melihat Yosua alias Brigadir J.
"Dia bertanya dengan suara yang lebih kuat karena kaget, 'ada apa ini?'. Dia menyaksikan Saudara Yosua mengarahkan senjata kepada dia dan menembak," terang Taufan.
Setelah beberapa tembakan, Bharada E menuju ke belakang mengokang senjata dan membalas tembakan itu.
"Menurut dia, kena tembakannya," kata Taufan.
Setelah itu masih adu tembak lagi sampai Brigadir J tersungkur.
Kemudian, Bharada E melepaskan tembakan lagu untuk memastikan Brigadir J sudah dilumpuhkan.
"Kemudian dia (Bharada E) datang lebih dekat kira-kira jarak dua meter, lalu menembak dua kali lagi untuk memastikan orang yang menyerang betul-betul bisa dilumpuhkan," ujar Taufan.
"Itu kesaksian dia sebagai terduga tindakan tembak menembak," imbuh Ketua Komnas HAM RI.

Komentar