Senin, 15 Juni 2026 | 17:36
NEWS

Ganjar Pranowo dan Luhut Binsar Sepakat Genjot Perekonomian Borobudur dengan Wujud Wisata Ramah Lingkungan

Ganjar Pranowo dan Luhut Binsar Sepakat Genjot Perekonomian Borobudur dengan Wujud Wisata Ramah Lingkungan
Ganjar Pranowo dan Luhut Binsar Pandjaitan (Dok Pemprov Jateng)

ASKARA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan sepakat untuk menggenjot perekonomian di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. 

Kesepakatan keduanya diwujudkan dengan penetapan kawasan Borobudur, Magelang, sebagai destinasi wisata ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tak tanggung-tanggung, untuk menyukseskan program itu pemerintah pusat menggelontorkan anggaran sebesar Rp6,8 triliun. 

"Saya sudah lihat perkembangan penataan kawasan ini, progresnya luar biasa," ujar Luhut, usai meresmikan kawasan Candi Borobudur sebagai destinasi wisata ramah lingkungan dan berkelanjutan, Sabtu (4/6). 

Luhut dan Ganjar bersama Bupati Magelang Zaenal Arifin berkeliling mengecek sarana dan prasarana dengan menjajal bus listrik buatan PT Industri Kereta Api (INKA).

Bus listrik tersebut nantinya akan digunakan sebagai moda transportasi wisatawan di Candi Borobudur dan Candi Prambanan, Klaten. 

Sejumlah pembangunan tempat pengolahan sampah, area terbuka atau concourse, dan gerbang masuk kawasan Candi Borobudur juga tak luput dari pengecekan.

Termasuk berkolaborasi dengan pengemudi ojek online di sekitar kawasan Candi Borobudur yang sepenuhnya menggunakan kendaraan roda dua berbahan listrik.

Stasiun pengisian bahan bakar listrik juga telah disediakan dan langsung diresmikan oleh Luhut dalam kesempatan tersebut. 

"Saya kira pak Gubernur Ganjar dan Pak Bupati Magelang sudah memberikan kontribusi yang sangat baik dalam pembangunan dan penataan kembali Borobudur," tuturnya. 

Luhut menyebut kawasan Borobudur akan betul-betul menjadi daya tarik wisata ramah lingkungan dan berkelanjutan bila terdapat sarana yang mendukung seperti pengelolaan sampah dan penataan pasar. 

“Kami harap ke depan banyak yang menggunakan electric vehicle," ungkapnya. 
Luhut pun makin optimistis sesuai melihat progres yang luar biasa dengan rancangan pembangunan tersebut. 

“Di Borobudur ini khusus tahun depan kami harapkan sudah tidak ada lagi kendaraan fosil, karena semua harus pakai green energy," ucap Luhut Binsar Pandjaitan. 

Sementara, Ganjar menyatakan kesiapannya mendukung program pemerintah sebagai upaya pemulihan ekonomi, termasuk akan meningkatkan sejumlah fasilitas sebagaimana yang tengah dikerjakan.

Sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yaitu penyelesaian sampah, persoalan tanah, teknologi RDF yang lebih baik dan lainnya.

"Kami akan fokus mendukung penyelesaian itu, tentunya dengan kerja sama pihak lain," kata Ganjar Pranowo.(jpnn)

Komentar