Rabu, 30 November 2022 | 23:29
OPINI

Iqra, Bacalah, Please Read Me!

Iqra, Bacalah, Please Read Me!
Ilustrasi membaca

Oleh Robert Nio alias Mang Ucup *)

Pertama kali saya belajar menulis ketika kelas satu SR (Sekolah Rakyat) dengan menggunakan Sabak dan Grip.  Kemudian dengan pensil maupun Pena.

Maklum dahulu belum ada Ballpoint seperti saat sekarang ini. Jadi kami menulis masih menggunakan Pena Celup. Setiap kali mau menulis harus dicelupkan terlebih dahulu Mata Penanya ke dalam Tinta.

Tinta yang terkenal pada saat itu adalah Tinta Quink buatan Parker. Nama Quink diserap dari Quick & Ink karena tintanya cepat kering.

Huruf tertua ditemukan di Henan - Tiongkok yang usianya sudah lebih dari 8.600 tahun. Jadi manusia pertama yang mulai mampu menulis dan membaca adalah orang Tionghoa.

Maklum kemampuan membaca inilah yang membedakan kita antara Manusia dan Hewan. Hanya sayangnya kemampuan menulis manusia dengan tangan.

Diprediksikan selambat-lambatnya sepuluh tahun mendatang ini akan hilang punah! Tidak percaya tanyalah sama diri sendiri; kapankah anda untuk terakhir kalinya menulis dengan tangan?

Perkataan maupun Perintah pertama yang diberikan oleh Allah melalui Jibril kepada Nabi Muhammad adalah Iqra (Bacalah). Pada saat itu Nabi Muhammad termasuk kaum Ummi (Buta Huruf). Maklum Baca itu adalah Kunci untuk membuka semua Tabir rahasia Langit maupun Bumi.

Melalui kemampuan membaca inilah manusia bisa jadi sedemikian hebatnya seperti sekarang ini. Maklum melalui membaca kita akan bisa menghimpun segala macam ilmu pengetahuan.

Kata Iqra dalam bahasa Arab diserap dari kata Qaraa yang berarti Menghimpun apabila ditinjau dari sudut ini; Al Quran itu benar-benar sangat ruaa..ar biasa sekali !

Membaca bagi Mang Ucup bukan hanya sekedar hobi saja. Melainkan sudah suatu kebutuhan hidup seperti juga makan & minum. Setiap waktu luang yang saya miliki, selalu saya gunakan untuk baca; entah itu di WC ataupun di ruang tunggu.

Jadi tidaklah salah apabila orang menilai bahwa saya ini kecanduan membaca. Sama seperti apa yang ditulis oleh Henry Miller: The Books Is My Life.

Bahkan saya termauk Monster Buku bisa melahap dua sampai empat buku dalam seminggu! Membaca bagi saya bukan hanya sekedar menambah wawasan saja.

Namun juga bisa mengurangi stres, mengusir kesepian maupun meningkatkan Mood saya. Saya baca apa saja. Mulai dari buku ilmu pengetahuan sampai dengan komik.

Ketika saya pulang ke Indonesia, pada akhir tahun kemarin saya bernotstalgian kembali. Dimana saya memborong buku-buku silat dari Gan K.L. maupun Kho Ping Hoo untuk mengenang kembali masa kecil.

Saya memborong lebih dari 250 jilid cersil dan semuanya selesai dibaca dalam jangka waktu kurang dari dua bulan.

Perlu diketahui bahwa baca silat itu tidak mudah seperti yang di duga. Maklum kita harus mengingat nama-nama lakon maupun jurus-jurus silat yang ditulis dalam bahasa Tionghoa.

Otak manusia itu luar biasa;  mudah dan bisa cepat sekali menyesuaikan. Misalnya kata Agan, Bro atau Sob. Otomatis kita tahu, bahwa itu adalah singkatan dari kata Juragan, Brother ataupun Sobat.

Begitu juga walaupun ditulis dalam tulisan Alay sekalipun kita akan cepat bisa menterjemahkannya misalnya 4kU s4Y4nK 54m4 k4mU (Aku sayang sama kamu) namun ini baru tingkatan yang kelas TK .

Sedang yang tingkat lebih tinggi akan berubah menjadi:  quWh cuyyunk ummuwh kummuwh.

Untuk menghemat biaya SMS saya sering ber-Alay ria dengan keponakan yang usianya jauh lebih muda dari Mang Ucup (74 tahun).

Untuk penulisan bahasa Alay hanya diperbolehkan menggunakan 13 Abjad Huruf saja sedangkan sisanya berupa Angka dan Simbol.

Mereka yang ber-Alay ria dinilai sebagai kelakuan yang agak berlebihan (Lebay). Jadi singkatan dari Alay itu diserap dari Anak LeBAY.

Berapa kata per menit yang bisa Anda baca? 100, 200? Hmm, masih kurang banyak ! Para pakar sepakat, Anda baru bisa dibilang bisa membaca cepat bila memiliki kemampuan membaca Anda berkisar 250-300 kata per menit.

Mang Ucup bisa baca berdasarkan Stop Watch lebih dari 600 Kata Dalam Satu Menit ! Bahkan konon ada yang bisa membaca dalam satu detik satu halaman!

Dan bagaimana caranya manusia membaca di masa yang akan datang? Maklum hingga kapanpun juga membaca tidak akan punah. Maklum udah dari sononya merupakan perintah dari Allah – Iqra.

Semua Kitab Suci Agama apapun juga yang ada di kolong langit  ini. Tidak akan ada manfaatnya selain dijadikan kertas bungkus kacang. Apabila manusia tidak bisa membaca! Bahkan orang buta sekalipun ingin belajar membaca.

Apabila anda membaca oret-oretan mang Ucup sampai habis. Maka Anda sudah termasuk manusia yang hobi baca - Acung Jempol !

*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar