Selasa, 09 Juni 2026 | 20:28
OPINI

Pacaran Tempo Doeloe Vs Jaman Sekarang

Pacaran Tempo Doeloe Vs Jaman Sekarang

Oleh: Mang Ucup *)

Tempo Doeloe perkawinan itu bukan hasil pilihan sendiri melainkan, karena di jodohkan oleh orang tua. Namun pada umumnya perkawinan mereka bisa awet dan langgeng seumur hidup.

Beda dengan jaman sekarang dengan mudah kita bisa mencari jodoh / pasangan sendiri. Entah melalui Medsos, Whatsapp maupun secara Online. Dengan motto: Dimana saja, kapan saja bahkan bisa dengan siapa saja

Namun tanyalah sendiri; apakah dengan kemudahan dan kebebasan yang kita dapatkan sekarang ini. Kita akan bisa mendapatkan pasangan yang ideal dan cocok untuk seumur hidup?

Boro-boro!  Apakah Anda tahu bahwa tingkat perceraian di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia? Setiap jam terjadi 40 perceraian di Tanah Air. Atau dalam arti kata lain setiap jam ada 40 orang Janda/Duda cerai. Dan hampir 90% kasus perceraian terjadi karena selingkuh.

Ketika Mang Ucup masih remaja. Masa pacaran itu adalah masa PERJUANGAN sebab semuanya serba sulit dan tidak semudah dan sebebas seperti sekarang ini.

Pada saat kita mulai naksir, ingin menembak si dia. Pura-pura pinjam buku, lalu kembaliin plus bonus puisi cinta (dibikinin teman sih). Ingat lagunya Iwan Fals Buku ini Aku Pinjam.

Entah kenapa rasanya sulit sekali untuk mengucapkan I Love You secara terang-terangan. Maklum pada saat itu masih dianggap pamali.

Maka jalan satu-satunya menyampaikannya melalui tulisan. Entah hanya sekedar melalui sobekan kertas kecil diremas-remas lalu dilempar ataupun melalui surat.

Namun untuk lebih serius kita harus berani main ke rumah si gadis pujaan. Dahulu namanya Ngelancong (Apel) atau Wakuncar (WAjib KUNjung paCAR).

Peraturan jaman dulu untuk apel itu sangat ketat, tidak seperti sekarang. Boro-boro untuk bisa duduk bersebelahan. Bicara berduaan saja sulit sekali.

Sang ayah selalu mondar-mandir ke ruang tamu; mirip Satpam yang curigain maling. Dan yang lebih sadis lagi dimana sang ayah turut duduk pura-pura baca koran.

Kesempatan satu-satunya untuk bisa berduaan hanya pada saat nonton bioskop. Inipun bukan berduaan melainkan berempat. Kok bisa?

Maklum sang gadis tidak akan diberi ijin keluar sendirian. Jadi harus ada teman perempuan lainnya yang ikut. Untuk teman perempuan inilah harus ada pasangan cowoknya lainnya. Agar ia tidak iri ataupun bengong sendirian. Jadi kencan ganda.

Masa pacaran yang paling indah dan paling HOT; pada saat itu hanya ketika nonton bareng. Maklum hanya pada saat itulah kita bisa saling berpegangan tangan.

Jari tangan yang bekas dipegang oleh sang Yayang tidak pernah dicuci lagi minimum selama satu minggu. Dengan harapan baunya masih bisa nempel terus!

Puncaknya atau hadiah terindah pada saat pacaran ialah pada saat kita saling tukaran foto. Mungkin rasanya seperti tukar cincin pada saat itu.Rasanya begitu bangga dan bahagia sekali mendapatkan foto dari sang Yayang.

Kisah tersebut di atas adalah kisah pacaran Mang Ucup pada saat saya masih bujangan.

*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar