Rabu, 19 Juni 2024 | 07:01
NEWS

Kawal Demo 11 April, Mahfud Ingatkan Polisi Tak Bawa Peluru Tajam dan Jangan Terprovokasi

Kawal Demo 11 April, Mahfud Ingatkan Polisi Tak Bawa Peluru Tajam dan Jangan Terprovokasi
Mahfud MD (Istimewa)

ASKARA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan penegak hukum menghadapi rencana demonstrasi mahasiswa 11 April di Istana Merdeka. 

Mahfud menyampaikan pesan agar aparat tak boleh melakukan kekerasan saat menjaga dan mengawal demo mahasiswa 11 April besok

Pesan itu disampaikan kepada Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Irjen Merdisyam yang mewakili Kapolri saat Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, pada Sabtu (9/4).

"Agar melakukan pelayanan dan pengamanan sebaik-baiknya, tidak boleh ada kekerasan, tidak membawa peluru tajam, juga jangan sampai terpancing provokasi,” kata Mahfud saat rapat.

Demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Istana Negara pada 11 April 2022 rencananya akan diikuti sekitar 1.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. 

Mahfud mengatakan pemerintah memperhatikan rencana demonstrasi mahasiswa tersebut dengan saksama.

“Pemerintah menilai adanya unjuk rasa adalah bagian dari demokrasi. Meski demikian, Indonesia juga adalah negara nomokrasi atau negara hukum," ujarnya. 

Untuk itu, Mahfud MD mengimbau para demonstran untuk menjaga ketertiban selama berunjuk rasa dan tidak melanggar hukum. 

“Yang penting, aspirasinya bisa didengar oleh pemerintah dan masyarakat,” ucap mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu. 

Aksi demo BEM SI kabarnya mengusung enam tuntutan mahasiswa kepada pemerintah.

Ketiga, mahasiswa menuntut Presiden Jokowi menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran, serta menyelesaikan masalah ketahanan pangan lainnya. 

Keempat, mahasiswa mendesak Presiden mengusut tuntas kasus mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait. 

Kelima, mahasiswa meminta Presiden menyelesaikan konflik agraria di Indonesia. Keenam, mahasiswa menuntut Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin menuntaskan janji-janji kampanye sebelum masa jabatannya berakhir pada 2024. (ant/jpnn)

Komentar