Kamis, 04 Juni 2026 | 09:08
NEWS

Muncul Narasi Kadrun

Konflik IDI Vs Terawan Sudah Keluar dari Esensi dan Subtansi, Menkes Harus Bertindak!

Konflik IDI Vs Terawan Sudah Keluar dari Esensi dan Subtansi, Menkes Harus Bertindak!
Saleh Partaonan Daulay (Dok Askara)

ASKARA - Sosok Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2022-2025 Adib Khumaidi menjadi sorotan dan dikaitkan dengan 'kadrun' usai organisasi yang dipimpinnya memecat mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

Seperti diketahui, selain sebagai Ketum IDI, Adib Khumaidi juga menjabat Ketua Pelaksana Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (LK MUI).

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay pun mendesak agar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin segera bertindak. 

"Saya mendesak agar persoalan keanggotaan dokter Terawan di IDI segera diselesaikan. Pasalnya, masyarakat luas sudah banyak yang bersuara. Mayoritas menginginkan agar ada penyelesaian yang baik sehingga tidak ada pihak yang dipermalukan dan dirugikan," ungkap anggota Komisi IX DPR RI itu, kepada wartawan, dikutip Sabtu (2/4). 

Menurut Saleh, pemecatan Terawan dari IDI telah menarik perhatian publik dan memunculkan narasi 'kadrun'. Saleh menilai munculnya narasi 'kadrun' adalah bukti konflik IDI vs Terawan sudah keluar dari substansinya.

"Pemecatan dokter Terawan ini telah menarik perhatian publik. Tentu ada juga ekses negatif, antara lain suara-suara miring di media sosial. Ini sulit dihindari. Masing-masing orang punya pendapat dan pandangan. Malah lebih dari itu," ujar Saleh.

"Kasus ini kelihatannya semakin melebar. Bahkan sudah lari dari substansi yang ada, termasuk penyebutan 'kadrun' kepada ketum PB IDI yang baru. Ini jauh dari esensi dan kontroversi yang berkembang," tambah Saleh.

Saleh melihat publik tak setuju pemecatan yang dilakukan IDI terhadap dokter Terawan. Dia pun menagih Menkes Budi Gunadi soal janji bakal memfasilitasi IDI dan Terawan.

"Melebarnya kasus ini, menurut saya, adalah gambaran umum ketidakpuasan dan ketidaksetujuan masyarakat dan netizen atas pemberhentian permanen dokter Terawan. Karena itu, kasus ini harus segera diselesaikan. Para pihak harus duduk bersama. Menteri kesehatan harus segera mengambil tindakan dan langkah yang diperlukan," tandas Saleh.

Komentar