Minggu, 16 Juni 2024 | 12:53
NEWS

Pemerintah Hapus Tes Covid-19 untuk Perjalanan Domestik, Ahli Epidemiologi: Sangat Berbahaya

Pemerintah Hapus Tes Covid-19 untuk Perjalanan Domestik, Ahli Epidemiologi: Sangat Berbahaya
Ilustrasi Tes PCR (Dok Arif Firmansyah/CNNIndonesia)

ASKARA - Penghapusan tes Covid-19 sebagai syarat perjalanan domestik yang ditetapkan pemerintah mendapat kritik dari Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono.

Tri Yunis menilai, kebijakan tersebut memiliki resiko tinggi, khususnya dalam penyebaran Covid-19. 

 "Itu sangat berbahaya dan semakin tinggi penularannya," ungkap Tri Yunis, Sabtu (19/3).

Dikatakan Tri, lonjakan Covid-19 sangat mungkin terjadi kembali akibat kebijakan tersebut. Sebab, tidak ada lagi skrining penyebaran Covid-19 bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan domestik. 

"Dengan penurunan kasus yang terjadi saat ini, jika tidak ditangani dengan baik, maka teorinya bisa akan kembali meningkat," kata dia. 

Tri menambahkan, pihaknya kerap menerima keluhan maupun aduan masyarakat terkait kebijakan peniadaan tes antigen atau PCR Covid-19 bagi pelaku perjalanan domestik.

Menurutnya, kebijakan tersebut cukup meresahkan bagi masyarakat, terlebih pandemi Covid-19 belum dinyatakan berakhir. 

"Banyak yang bertanya kepada saya, bagaimana bahayanya jika PCR dihapuskan bagi pelaku perjalanan, saya katakan itu berbahaya," kata Tri.(jpnn)

Komentar