Rabu, 17 Juni 2026 | 18:38
NEWS

Fakta Kerangkeng Manusia Milik Bupati Nonaktif Langkat, Ada 3 Orang yang Tewas

Fakta Kerangkeng Manusia Milik Bupati Nonaktif Langkat, Ada 3 Orang yang Tewas
Kerangkeng manusia di rumah Terbit Perangin Angin (Dok Istimewa) 1

ASKARA - Penghuni kerangkeng manusia milik Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin rupanya ada yang tewas.

Fakta itu diungkapkan Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto. 

"Tadi laporan ada tiga kasus, kalau tidak salah," kata Agus di Medan, Sumut, Sabtu (5/2). 

Agus mengatakan, penghuni kerangkeng yang terletak di lahan belakang rumah Terbit Rencana Perangin Angin di Desa Raja Tengah Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, itu di antaranya tewas pada tahun 2015 dan 2021.

"Ada kejadian tahun 2015, ada kejadian tahun 2021," ungkapnya. 

Namun demikian, Agus belum bisa memastikan apakah tewasnya para penghuni kerangkeng itu disebabkan karena adanya penganiayaan atau tidak. Hal itu akan disampaikan saat proses penyidikan.

"Kira-kira nanti dari proses penyidikanlah, ya, terungkap" imbuhnya.

Lantaran itu, Agus meminta agar kasus itu segera dinaikkan ke proses penyidikan. 

Agus berjanji, pihaknya akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

"Saya sudah bicara dengan para penyidik untuk segera meningkatkan kasusnya ke proses penyidikan," ujar Agus.

Agus mengatakan kerangkeng itu bukanlah tempat rehabilitasi sebagaimana yang disebutkan oleh Terbit Rencana Perangin Angin. 

Sebab, menurutnya, kondisi kerangkeng itu tidak layak disebutkan sebagai tempat rehabilitasi. 

Lantaran itu pula, Agus meminta agar kerangkeng itu segera di-drop. 

"Jadi, saya minta itu di-drop karena memang itu tidak layak disebut tempat rehab," tandasnya.

Sebelumnya, kerangkeng besi milik Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin ini ditemukan saat OTT yang dilakukan KPK terhadap Terbit pada Selasa (18/1) lalu.

Dari temuan Komnas HAM ada sejumlah penghuni yang tewas dianiaya di dalam kerangkeng tersebut. 

Penganiayaan itu intensif diterima oleh pasien pada awal masuk ke kerangkeng itu. Lama-kelamaan, tingkat kekerasan itu mulai berkurang. (jpnn)

Komentar