Kamis, 18 Juni 2026 | 02:21
NEWS

Kenakan Hazmat Lengkap, Ganjar Pranowo Jadi Inspektur Upacara HUT RI Bareng Pasien Covid-19

Kenakan Hazmat Lengkap, Ganjar Pranowo Jadi Inspektur Upacara HUT RI Bareng Pasien Covid-19
Ganjar Pranowo pakai hazmat (Dok Instagram)

ASKARA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi inspektur upacara bersama pasien Covid-19 di halaman Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Asrama Haji Donohudan, Semarang, Jawa Tengah/

Ganjar tak memakai jas, atau pakaian adat yang biasa dia gunakan saat memimpin upacara kemerdekaan. Kali ini, politisi PDI Perjuangan itu mengenakan pakaian hazmat lengkap, seperti pakaian yang biasa dipakai tenaga kesehatan menangani Covid-19. 

Tak ada yang menyangka, pria yang berdiri sebagai inspektur upacara itu adalah Ganjar. Sebab, seluruh bagian tubuh Ganjar tertutup hazmat. Praktis, hanya bagian mata saja yang terlihat transparan di balik kaca mata yang dikenakan. Hazmat yang dikenakan Ganjar berwarna putih polos. 

Ganjar juga memakai kacamata lengkap dengan masker dobel berwarna merah putih. Di bagian bawah, Ganjar mengenakan sepatu boot berwarna oranye.

Seluruh petugas upacara juga menerapkan protokol kesehatan ketat. Mereka mengunakan hazmat lengkap, baik petugas pengibar bendera merah putih, pembaca teks UUD 1945, pembaca doa dan lainnya.

"Hari ini saya sengaja ke sini, ingin upacara bersama mereka para penyintas. Saya kira dalam perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus ini, nuansa kesedihan itu masih menggayut di kita semuanya. Makanya saya ingin semua bersemangat, dan tadi kelihatan kawan-kawan para penyintas bersemangat," ucap Ganjar.

Ganjar juga sengaja memakai hazmat saat memimpin upacara hari ini. Tak lain dan tak bukan, Ganjar ingin merasakan bagaimana para tenaga kesehatan berjuang menangani pandemi. 

"Saya baru pertama kali pakai hazmat. Panas banget ternyata. Saya tidak membayangkan, mereka para nakes yang berjam-jam menggunakan hazmat ini. Saya ingin merasakan bagaimana menjadi mereka," imbuhnya. 

Menurutnya, perjuangan para nakes sungguh luar biasa. Mereka harus berjuang menyemangati diri sendiri, merawat pasien dan juga menyemangati para penyintas. 

"Sesuatu yang ingin saya rasakan sendiri. Mudah-mudahan kehadiran saya di sini, bisa memberikan semangat bagi para penyintas dan nakes. Mereka bisa juga merayakan kemerdekaan di tempat ini, khususnya para nakes semoga ini bisa memberikan semangat karena mereka bisa tetap upacara kemerdekaan di tempat kerja, dimana mereka tak pernah libur," pungkasnya. 

Sementara itu, para pasien Covid-19 yang sedang isolasi di Donohudan mengaku senang bisa tetap merayakan kemerdekaan meski sedang isolasi. 

"Enggak nyangka, Pak Ganjar yang jadi pemimpin upacara. Seneng ya, karena meski diisolasi, tapi tetap bisa merayakan kemerdekaan," kata Nur Aini (33) salah satu pasien Covid-19.

Nur awalnya tak menyangka, pria yang menjadi inspektur upacara adalah Ganjar. Setelah mendengar sambutannya, Nur langsung paham bahwa itu Ganjar. 

"Senang sekali, ternyata Pak Ganjar mau hadir. Pakai hazmat karena sesuai protokol kesehatan," ucapnya. 

Hal senada disampaikan Agus (40) pasien lainnya. Dia mengaku bersyukur bisa ikut upacara kemerdekaan RI ke-76 hari ini. 

"Alhamdulillah, masih bisa mengikuti meskipun saya sedang diisolasi. Rasanya nggak bisa membayangkan, apalagi pak Ganjar datang memberikan kami semangat. Ini luar biasa, ini obat yang jauh lebih mujarab dari obat apapun. Menambah imun kami semakin kuat," ucapnya. (jpnn)

Komentar