Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:21
NEWS

BNPB Salurkan Rp671,23 Miliar Bantuan Stimulan Rumah Pascabencana di Tiga Provinsi

BNPB Salurkan Rp671,23 Miliar Bantuan Stimulan Rumah Pascabencana di Tiga Provinsi
BNPB bangun Huntara pascabencana (Dok BNPB)

ASKARA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Senin (3/8/2026) pukul 12.00 WIB, bantuan stimulan yang telah ditransfer kepada masyarakat mencapai Rp671,232 miliar, dari total dana yang disalurkan BNPB ke pemerintah daerah sebesar Rp748,935 miliar.

Data Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB menunjukkan realisasi belanja bantuan stimulan rumah rusak ringan (RR) dan rusak sedang (RS) telah mencapai Rp340,055 miliar, meski sebagian daerah masih melengkapi dokumen pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan nilai penyaluran terbesar. BNPB telah mentransfer dana sebesar Rp653,7 miliar kepada BPBD di 17 kabupaten/kota, dengan dana yang telah diteruskan kepada masyarakat mencapai Rp589,845 miliar. Adapun realisasi belanja tercatat sebesar Rp311,877 miliar.

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah dengan penyaluran bantuan terbesar, yakni Rp292,62 miliar dari BNPB kepada BPBD. Dari jumlah tersebut, Rp278,895 miliar telah diterima masyarakat dengan realisasi belanja mencapai Rp193,548 miliar. Penyaluran signifikan juga berlangsung di Kabupaten Aceh Timur, Bireuen, Kota Lhokseumawe, Aceh Tengah, dan Kota Langsa.

Di Provinsi Sumatera Utara, BNPB telah menyalurkan Rp71,82 miliar kepada BPBD. Dana yang telah diteruskan kepada masyarakat mencapai Rp61,617 miliar, sementara realisasi belanja tercatat Rp19,39 miliar. Penyaluran terbesar berada di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Langkat.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, dana yang telah dikirim BNPB kepada BPBD mencapai Rp23,415 miliar. Sebanyak Rp19,77 miliar telah diterima masyarakat dengan realisasi belanja sebesar Rp8,788 miliar. Penyaluran bantuan tersebar di 11 kabupaten dan kota, termasuk Padang, Agam, Padang Pariaman, Tanah Datar, serta Pesisir Selatan.

Selain bantuan stimulan rumah rusak ringan dan sedang, BNPB juga melanjutkan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Secara keseluruhan, target pembangunan Huntap di tiga provinsi mencapai 27.809 unit. Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 938 unit masih dalam proses pembangunan, sedangkan 117 unit telah selesai dan siap dihuni.

Aceh kembali menjadi wilayah dengan kebutuhan Huntap terbesar, yakni 24.405 unit. Dari jumlah tersebut, 925 unit sedang dibangun dan 106 unit telah rampung. Kabupaten Aceh Tamiang mencatat target tertinggi dengan 6.807 unit, disusul Aceh Utara sebanyak 8.364 unit, Aceh Timur 2.040 unit, serta Pidie Jaya 2.330 unit.

Di Sumatera Utara, target pembangunan Huntap mencapai 1.531 unit, dengan 12 unit dalam proses dan 2 unit telah selesai. Sementara di Sumatera Barat, target pembangunan mencapai 1.873 unit, dengan 1 unit masih dalam proses dan 9 unit telah rampung.

BNPB menegaskan bahwa data realisasi belanja maupun progres pembangunan Huntap masih bersifat dinamis karena sebagian pemerintah daerah dan penyedia jasa masih melengkapi dokumen administrasi, termasuk laporan pertanggungjawaban, SPPR, dan dokumen pendukung lainnya.

Program rehabilitasi dan rekonstruksi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera. Melalui bantuan stimulan rumah dan pembangunan hunian tetap, pemerintah berharap para penyintas dapat segera kembali menempati rumah yang layak, aman, dan nyaman sebagai bagian dari pemulihan kehidupan pascabencana.

 

Komentar