Senin, 21 September 2026 | 13:39
NEWS

Prof. Feri Kusnandar Pimpin PATPI, Ahli Pangan Siap Jawab Tantangan Nasional

Prof. Feri Kusnandar Pimpin PATPI, Ahli Pangan Siap Jawab Tantangan Nasional
Peserta Kongres dan Annual Meeting PATPI 2026 foto bersama (Dok Pao)

ASKARA - Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) memasuki babak kepemimpinan baru. Kongres dan Annual Meeting PATPI 2026 menetapkan Prof. Feri Kusnandar sebagai Ketua Umum PATPI periode 2026–2030, menggantikan Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si., yang telah menakhodai organisasi tersebut selama periode 2022–2026.

Kongres yang digelar di Kampus Universitas Sahid, Jakarta, pada 15 September 2026 itu menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan arah organisasi dalam memperkuat peran ahli teknologi pangan menghadapi tantangan pangan nasional.

Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar perubahan di pucuk organisasi. PATPI diharapkan semakin berperan sebagai rujukan ilmiah bagi masyarakat, pemerintah, regulator, perguruan tinggi, dan industri pangan, terutama ketika isu keamanan, mutu, gizi, dan ketahanan pangan semakin penting.

“Pergantian kepengurusan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan keberlanjutan estafet pengabdian. PATPI harus semakin kuat sebagai rujukan ilmiah bagi masyarakat, pemerintah/regulator, dan industri,” ujar Prof. Giyatmi.

Selama periode 2022–2026, PATPI memperkuat fondasi kelembagaan dengan jaringan lebih dari 30 cabang dan lebih dari 1.100 anggota aktif di seluruh Indonesia. Konsolidasi cabang, penyempurnaan tata kelola, pengembangan Sistem Informasi Anggota, hingga pemberian penghargaan bagi anggota dan cabang menjadi bagian dari penguatan organisasi.

Di bidang keprofesian, PATPI mulai membangun fondasi uji kompetensi Sarjana Teknologi Pangan. Uji coba yang dilaksanakan pada 5 September 2026 itu diikuti 228 mahasiswa dari 23 program studi teknologi pangan dan program studi sejenis. Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperkuat pengakuan kompetensi lulusan sekaligus meningkatkan kesiapan sumber daya manusia menghadapi kebutuhan industri pangan.

PATPI juga mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), mendukung pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP), serta memperkuat kualitas jurnal ilmiah. Ruang bagi generasi muda turut dibuka melalui kompetisi riset mahasiswa, pengembangan produk pangan, dan Food Quiz Bowl.

Tak hanya berkutat pada pengembangan profesi, PATPI memperluas diseminasi pengetahuan melalui penerbitan buku teknologi pangan, termasuk Kamus Istilah Ilmu dan Teknologi Pangan serta buku Perancangan Kurikulum OBE Bidang Ilmu dan Teknologi Pangan. Pada Annual Meeting 2026, sebanyak 15 judul buku karya anggota turut diluncurkan.

Di tengah tantangan pangan nasional, PATPI menegaskan pentingnya kontribusi keilmuan dalam isu keamanan pangan, diversifikasi pangan lokal, pangan fungsional, reformulasi produk, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prof. Giyatmi menilai, program MBG dalam skala besar membutuhkan dukungan ahli teknologi pangan agar makanan yang disediakan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman, bermutu, terjangkau, dan dapat diproduksi secara konsisten. Pelibatan pangan lokal dan UMKM juga dinilai penting untuk memperluas manfaat program.

PATPI turut mendorong masyarakat agar memahami isu ultra-processed food (UPF) secara jernih dan berbasis bukti. Menurut organisasi ini, tidak semua pangan yang mengalami pengolahan otomatis buruk. Penilaian perlu mempertimbangkan komposisi, nilai gizi, tingkat dan tujuan pengolahan, keamanan, porsi, frekuensi konsumsi, serta pola makan secara keseluruhan.

Memasuki periode 2026–2030, Prof. Giyatmi menitipkan sejumlah agenda kepada kepengurusan baru, mulai dari memperkuat cabang, merangkul generasi muda, mempererat hubungan dengan perguruan tinggi dan pusat riset, hingga membangun kemitraan dengan industri besar maupun UMKM. Kiprah PATPI di tingkat ASEAN dan dunia juga diharapkan semakin luas, tanpa mengesampingkan independensi keilmuan organisasi.

Dengan kepemimpinan Prof. Feri Kusnandar, PATPI diharapkan menjadi organisasi profesi yang semakin inklusif, profesional, adaptif, dan berdampak. Estafet kepemimpinan ini membawa harapan agar ilmu dan teknologi pangan tidak berhenti di ruang akademik, tetapi hadir menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat masa depan pangan Indonesia.

 

Komentar