Selasa, 28 September 2021 | 11:14
OPINI

Khutbah Babi Untuk Para Koruptor

Khutbah Babi Untuk Para Koruptor
ilustrasi

Oleh: Robert Nio (Mang Ucup) *)

Babi memiliki tiga perasaan yang sama dengan manusia ialah rasa lapar, takut dan sakit. Namun di sisi lain babi tidak bisa merasakan rasa bahagia. Kebahagiaan hanya bisa dinikmati dan dirasakan oleh manusia saja, tetapi apakah Anda tahu bahwa kebahagiaan inilah yang menjadi biang atau akarnya dari segala macam dosa maupun penderitaan yang ada di dunia ini.

Orang menjadi stres dan sakit, karena merasa tidak bahagia. Oleh sebab itulah babi dan semua hewani tidak mengenal penyakit jantung maupun kanker seperti yang ditulis oleh Dr. M Rath pemenang hadiah Nobel dalam bukunya "Why animals don't get a heart attack

Babi sudah merasa puas apabila bisa mendapatkan makanan secukupnya, tetapi manusia baru bisa merasa puas kalau bisa makan enak dalam suasana yang nyaman dan didampingi oleh orang yang kita senangi. Sejak kita lahir s/d mati kita mengejar kebahagiaan. Lihat saja bayi menangis karena ia merasa tidak bahagia. Orang mau mati pun akan merasa bahagia apabila ia bisa masuk surga. Bahkan sejak dunia ini diciptakan orang mengejar kebahagiaan

Misalnya. hawa makan buan apel karena ingin mencapai kebahagiaan yang lebih daripada yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Pembunuhan pertama terjadi, karena Kain tidak merasa bahagia.

Kebahagiaan ini merupakan motor utama sebagai penggerak kehidupan kita, karena kita ingin hidup bahagia maka kita bersedia mengorbankan apapun juga.

Kita sekolah maupun bekerja sehingga tidak mengenal waktu, karena ingin mencapai dan mendapatkan kebahagiaan duniawi. Orang pergi bertapa pun, karena ia ingin mencapai kebahagiaan surgawi.  

Orang memeluk agama karena adanya "iming-iming" bahwa kita bisa mendapatkan kebahagiaan, entah ini kebahagiaan duniawi maupun surgawi. Sang Pencipta menggaet umat-Nya dengan umpan kebahagiaan tanpa adanya kebahagiaan yang dijanjikan, maka Sang Pencipta kagak akan laku, siapa yang mau berdoa lagi kepada Sang Pencipta dan siapa yang akan mengunjungi rumah ibadah lagi?

Kenapa terjadi penderitaan di dunia ini, karena yang satu ingin lebih bahagia daripada yang lain dengan prinsip: "Lho menderita ora opo2, yang penting gue bahagia!" Maklum untuk  setiap kebahagiaan yang diraih oleh seseorang pada umumnya harus ada orang lain yang menderita karenanya, sipenjual merasa bahagia, karena ia dapat untung banyak. 

Namun dilain pihak si pembelinya harus dirugikan. Kita dapat gaji banyak, karena kita harus kerja lembur, untuk itu keluarga kita yang dikorbankan. Sang Pencipta merasa bahagia apabila umat-Nya bertobat. Namun di sisi lainnya si setan harus dirugikan, karena pengikutnya berkurang.

Satu bohong besar, kita akan bisa mendapatkan dan mencapai kebahagiaan tanpa harus mengambil atau mengorbankan yang lain. Mang Ucup merasa bahagia apabila bisa makan panggang babi. Namun untuk ini minimum seekor babi harus digorok! Oleh sebab itulah saya menilai, orang yang ingin bahagia itu adalah orang yang egois. 

Maka dari itu Mang Ucup mengharapkan dalam reinkarnasi kehidupan berikutnya, ingin dilahirkan jadi babi saja. Maklum babi tidak perlu turut berlumba-lumba untuk mengejar kebahagiaan. Sebutkan saja satu hal dimana kita bisa mencapai kebahagiaan tanpa harus mengorbankan yang lain? 

Disamping itu babi tidak perlu pusing mikirin surga maupun neraka, karena tidak ada surga maupun neraka untuk babi! Tidak bisa dibantah lagi bahwa orang tidak akan berbuat dosa, apabila kita tidak diberikan naluri perasaan keinginan hidup bahagia. Maka dari itu babi bebas dari segala macam dosa.

Manusia jadi koruptor karena ingin hidup lebih bahagia lagi. Namun kebalikannya babi tidak mau korupsi, sebab tidak ada kebutuhan untuk hidup bahagia. Buat apa kita diberikan naluri rasa bahagia, kalau kenyataannya kita tidak bisa mendapatkan kebahagiaan ini.

Renungkanlah dan sebutkanlah saja satu makhluk saja di dunia ini yang bisa merasakan dan mendapatkan kebahagiaan yang kekal - ora ono alias tidak ada Bro! 

Kebahagiaan itu adalah ilusi atau hanya sekedar impian saja dimana kita hanya bisa menikmati untuk sesaat waktu saja. Seperti juga asap yang akan menguap dan menghilang dalam sekejap waktu saja.

Karena seperti yang saya ucapkan dimana kita sudah bisa meraih kebahagiaan yang kekal, maka Sang Pencipta sudah bisa di PHK, karena kita tidak akan membutuhkanNya lagi. Kebahagiaan itu adalah satu iming-iming yang gombal, "it is only a dream" dan ini sebenarnya merupakan umpan yang diberikan oleh Sang Pencipta kepada umat manusia. 

Agar kita bisa tetap taat dan mau berdoa terus kepada-Nya! Tanpa ada kebahagiaan yang dijanjikan oleh-Nya Maka kita tidak butuh Sang Pencipta! Apakah Anda mempunyai pendapat yang lain? Mang Ucup, The Drunken Fat Pig.

*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar