Tabungan Surgawi
Tidak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan orang dinilai berdasarkan jumah harta kekayaannya. Maka wajarlah kalau kita berlumba-lumba menabung duit sebanyak mungkin agar bisa dinilai sebagai wong sugih. Namun mereka tidak sadar bahwa harta itu tidak bisa dibawa masuk ke liang lahat
Bill Gate (Microsoft) termasuk orang yang paling banyak dihormati karena kekayaannya; begitu juga dengan Steve Jobs (Apple). Bedanya Steve Jobs sudah meninggal dalam usia yang relative masih muda 56 tahun.
Tanya: Apakah Seve Jobs masih termasuk orang nget-top di sorga? Di alam baka siapa yang akan lebih dihormati Bunda Teresa yang meninggal dalam usia 87 tahun ataukah Steve Jobs?
Mang Ucup setiap hari olah raga untuk menjaga kebugarannya, rasanya seperti punya hutang kalau sehari saja tidak olahraga. Begitu juga saya berdoa berkali-kali dalam sehari untuk mengangsur cicilan ticket surgawi.
Namun disisi lain Tabungan Surgawi saya masih sangat minim sekali, mungkin jauh lebih rendah daripada si akong sang penjual bakpauw yang dermawan dan baik hati.
Apabila harapan masa hidup seseorang adalah 70 tahun, maka Anda bisa menghitung sendiri berapa lama lagi sisa masa bisa hidup anda. Begitu juga kalau tidak dijegal oleh Covid-19 ataupun penyakit lainnya.
Apabila saya meninggal harta yang saya miliki akan ditinggal untuk anggota keluarga saya. Namun tanpa peninggalan harta dari saya sekalipun mereka sudah cukup mapan.
Oleh sebab itu mulai hari ini saya akan berusaha untuk meningkatkan Tabungan Surgawi saya dengan lebih banyak lagi membantu mereka yang jauh lebih membutuhkannya.
Bantuan tidak perlu hanya berupa materi saja, kita bisa membantu seseorang dalam doa ataupun berupa motivasi hiburan bagi mereka yang ditinggal oleh orang yang mereka kasihi bahkan dengan ucpana selamat HUT sekalipun kita bisa membahagiakan sesame.
Tetangga saya bantu membersihkan rumah tetangganya seorang lansia dan tidak mandiri lagi maupun memasakan makanan bagi mereka yang tidak mampu.
Oleh sebab itu sudah menjadi tekad bulat saya dimana saya ingin lebih banyak lagi meningkatkan Tabungan Surgawi saya dengan cara mengurangi Tabungan Duniawi agar pada saat saya mati sekalipun tabungan duniawi saya jadi nol.
Namun disisil ain Tabungan Surgawi saya akan jauh menjadi semakin bertambah banyak. Usia saya sudah mencapai hampir 80 tahun jadi tidak banyak lagi waktu lagi untuk bisa menguras habis Tabungan Duniawi dan meningkatkan Tabungan Surgawi saya.
Agar bisa melakukan lebih banyak lagi berbagai macam kebajikan nyata setiap hari untuk mereka yang jauh lebih membutuhkannya daripada saya.
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar