Selasa, 16 Juli 2024 | 09:22
NEWS

Fakta 2 Orang Bomber Makassar dan Kaitannya dengan Penangkapan Terduga Teroris

Fakta 2 Orang Bomber Makassar dan Kaitannya dengan Penangkapan Terduga Teroris
Ilustrasi teroris ditangkap (Dok Pixabay)

ASKARA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan fakta terkait dua bomber yang berinisial L dan YSM pelaku peledakan di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Listyo Sigit mengatakan, keduanya merupakan bagian kelompok kajian pengebom di Villa Mutiara yang ditembak mati pada Rabu (6/1). 

"Mereka berperan bersama L dan YSM (keduanya pelaku bom bunuh diri Makassar, red) yakni bersama-sama dalam satu kelompok kajian Villa Mutiara," ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di Makassar, Senin (29/3).

Selain L dan YSM, anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah menangkap empat pelaku lainnya, yakni AS, SAS, MR dan AA. 

Mereka merupakan bagian dari kelompok jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang pernah melakukan pengeboman di Jolo, Filipina pada 2018. 

Keempat terduga teroris yang ditangkap di Makassar ini, berperan memberikan doktrin dan mempersiapkan rencana jihad serta membeli bahan-bahan peledak untuk disiapkan bom bunuh diri.

"Jadi keempat terduga jaringan teroris itu punya peran penting dalam memberikan doktrin dan mempersiapkan rencana jihad," katanya pula. 

Listyo Sigit juga mengungkap penangkapan di dua wilayah berbeda, yakni Condet Jakarta Timur, dan Bekasi Jawa Barat.

Empat terduga teroris yang ditangkap, yakni A, AH, AJ dan BS berikut barang bukti bom dan bahan peledak lainnya.

"Polisi temukan lima bom aktif. Jenis bom sumbu, lima toples besar berisi bahan kimia peledak, sulfur, flashfolder dan termometer. Bahan-bahan ini akan diolah menjadi bahan peledak Jumlahnya empat kilogram, kemudian ditemukan bahan peledak lain dengan jumlah 1,5 kg," ujar Listyo Sigit. 

Kemudian, hasil operasi penangkapan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Densus 88 menangkap lima terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). 

"Total lima pelaku telah diamankan, serta terus dikembangkan, dalam waktu dekat dapat diamankan," ujar Listyo Sigit.

Karena itu, Listyo Sigit meminta agar masyarakat di Jakarta, Makassar, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melakukan aktivitas seperti biasa dan tetap tenang jangan panik. 

Listyo Sigit memastikan bahwa jajarannya terus mengejar kelompok-kelompok teroris dan mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri ini. (ant/jpnn)

Komentar