Kamis, 25 Juli 2024 | 07:20
NEWS

Sebut Perempuan Lebih Mudah Dimanfaatkan Jaringan Terorisme, Ini Penjelasan Komnas Perempuan

Sebut Perempuan Lebih Mudah Dimanfaatkan Jaringan Terorisme, Ini Penjelasan Komnas Perempuan
Pelaku teror Mabes Polri (tangkapan layar)

ASKARA - Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mengutuk keras aksi terorisme yang melibatkan para perempuan yang terjadi dalam dua kali aksi teror di Indonesia.

Komisioner Komnas Perempuan, Imam Nakha'i mengatakan, kaum perempuan dan anak-anak adalah kelompok rentan terpengaruh paham radikal.

"Tentu saja Komnas Perempuan dan lembaga lain mengutuk keras terhadap terorisme terhadap kemanusiaan yang saat ini menyasar Mabes Polri setelah menyasar saudara kita di Makassar. 

"Sesungguhnya kita mengutuk lagi ketika aksi terorisme itu memanfaatkan kelompok rentan, yaitu perempuan dan anak," kata Imam Nakha'i, Rabu malam (31/3).

Imam mengatakan, perempuan adalah kaum yang lebih mudah dimanfaatkan dalam jaringan terorisme karena aspek pengetahuan dan ekonomi perempuan dikontrol laki-laki.

"Hasil dari beberapa kajian terhadap pelibatan perempuan dalam aksi terorisme menyatakan bahwa memang perempuan ini lebih mudah untuk dimanfaatkan dalam jaringan terorisme. 

"Lebih mudahnya karena selama ini kontrol terhadap pengetahuan perempuan dan ekonomi perempuan itu laki-laki. Dari aspek itu perempuan lebih mudah dikontrol," ungkapnya.

Selain itu, kata dia, perempuan jarang dicurigai terlibat dalam aksi terorisme. Hal itulah yang membuat perempuan yang menyerang Mabes Polri mudah masuk area gedung.

Kemarin, serangan teror terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Pelaku berinsial ZA yang berjenis kelamin perempuan masuk ke Mabes Polri, menodongkan senjata api, hingga akhirnya roboh karena dilumpuhkan polisi.

Komentar