Selasa, 02 Maret 2021 | 11:05
NEWS

Hasil Survei, Airlangga Hartarto dan Golkar Paling Militan Dukung Jokowi-Ma'ruf

Hasil Survei, Airlangga Hartarto dan Golkar Paling Militan Dukung Jokowi-Ma'ruf
Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Ist)

ASKARA - Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin terus menuai pujian. 

Di tengah terpaan krisis akibat pandemi Covid-19, kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf dinilai konsisten memberikan dukungannya pada rakyat.

Hal itu tercermin dari berbagai kebijakan Jokowi-Ma'ruf yang sangat pro rakyat. Tidak berlebihan pula jika Partai Golkar diketahui sebagai partai yang paling mendukung kebijakan Jokowi-Ma'ruf. Kenyataan ini tentu tidak mengejutkan karena sejak awal Golkar menjadi pendukung kuat pasangan tersebut.

Partai berlambang pohon beringin juga dianggap masyarakat paling bekerja keras dan konsisten membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Terutama untuk memulihkan perekonomian akibat pandemi Covid-19.

Hasil survei yang digelar Timur Barat Riset Center (TBRC) menempatkan Golkar sebagai partai yang paling militan mendukung kebijakan Jokowi-Ma'ruf selama ini.

Dari survei yang digelar pada 26 Januari sampai 10 Februari lalu, sebesar 92,8 persen dari 1985 responden memilih Golkar sebagai partai paling mendukung program Presiden Jokowi di legislatif.

Koordinator Survei TBRC Johanes Romeo mengatakan, dalam surveinya, responden dari 34 provinsi dengan minimal berusia 17 ditanya parpol di DPR yang paling mendukung Jokowi-Ma'ruf. Responden dipersilahkan menyebutkan lebih dari satu parpol.

"Jawaban 1985 responden, Golkar merupakan parpol yang paling mendukung program-program pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin di legislatif dengan 92,8 persen, disusul PDI Perjuangan dengan tingkat dukungan 89,2 persen," ujar  Johanes Romeo dalam paparan hasil survei, Selasa (23/2).

Setelah Golkar dan PDIP, urutan ketiga parpol paling mendukung Jokowi adalah Partai Nasdem dengan 79,20 persen, PKB 78,8 persen, PPP sebanyak 60,2 persen. Selanjutnya, Partai Gerindra 50,20 persen, PAN 30,2 persen, Partai Demokrat 18,50 persen, dan PKS 15,2 persen.

Kader Golkar dianggap paling aktif dalam penanganan Covid-19 dan membantu masyarakat dengan program-program partai. Hal ini membuat tren suara partai yang saat ini dipimpin Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto naik dibandingkan hasil Pemilu 2019 lalu. Pada Pemilu 2019 Golkar berhasil meraih 17.229.789 suara atau 12,31 persen.

"Golkar memiliki tingkat keterpilihan sebesar 14,2 persen, trennya naik dibandingkan hasil Pemilu 2019," ujar Johanes Romeo.

Dari sisi keterpilihan, PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2019 justru menurun. Pada pemilu lalu, PDIP meraup 27.503.961 suara atau 19,33 persen. Namun, dalam survei TRBC kali ini, PDIP hanya memiliki tingkat keterpilihan 14,4 persen. 

"Ini akibat kadernya yang tertangkap KPK," kata Johanes Romeo.

Keterpilihan merosot juga dialami Gerindra yang hanya meraih 7,9 persen suara dan berada di urutan empat di bawah Demokrat. 

"Merosotnya suara keterpilihan Gerindra akibat kadernya di eksekutif tertangkap KPK dan tidak adanya permintaan maaf langsung dari Prabowo Subianto (ketum Gerindra) ketika kadernya tertangkap," beber Johanes Romeo.

Survey TBRC juga fokus meneliti pendapat responden terkait pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda Indonesia. Dari 1985 responden yang diwawancara terkait program pemulihan ekonomi, sebanyak 82,8 persen masyarakat percaya tim ekonomi Jokowi-Ma'ruf akan berhasil memulihkan perekonomian nasional.

"Hanya 15,8 persen responden yang pesimistis ekonomi akan pulih di tahun 2021. Dan 1,4 persen lainnya tidak menjawab," kata Johanes Romeo.

Sebanyak 48,3 persen responden juga menyatakan bantuan ekonomi pemerintah dapat membantu masyarakat. Meskipun bantuan yang diberikan pemerintah tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah penurunan penghasilan masyarakat. Survei juga mendapati responden sangat berharap parpol maupun tokohnya bisa membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Survei TBRC digelar pada 26 Januari-10 Februari terhadap 1985 responden dari 34 provinsi. Survei ini menggunakan metode teknik purposive sampling. Hasil survei mendapati margin of error sebesar plus minus 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Komentar