Senin, 08 Juni 2026 | 11:55
NEWS

Satu Jam Dipantau Bima Arya, 100 Kendaraan Putar Balik

Satu Jam Dipantau Bima Arya, 100 Kendaraan Putar Balik
Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo bersama Wali Kota Bogor Bima Arya mengawasi pelaksanaan genap ganjil di Gerbang Tol Baranangsiang. (Humas Pemkot Bogor)

ASKARA - Petugas gabungan Polri, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP Kota Bogor memeriksa kendaraan bermotor di ruas jalan menuju Kota Bogor pada hari pertama pelaksanaan ganjil genap, Sabtu (6/2).

Pemeriksaan dilakukan di enam pos sekat yang telah disiapkan yakni Pos Sekat Yasmin, Pos Sekat Bubulak, Pos Sekat Gunung Batu, Pos Sekat POMAD, Pos Sekat Gerbang Tol Baranangsiang, dan Pos Sekat Simpang Ciawi mulai pukul 08.00 WIB.

Petugas memeriksa kendaraan roda empat dan roda dua yang melintas di depan pos sekat yang plat nomornya tidak sesuai dengan tanggal di kalender. 

Pada hari ini adalah tanggal genap, sehingga kendaraan dengan plat ganjil diperiksa petugas karena tidak sesuai. Petugas memberhentikan kendaraan dengan plat nomor ganjil, menanyakan tujuan dan keperluan. Jika keperluannya dinilai tidak terlalu penting dan mendesak maka diminta memutar balik ke arah asalnya.

Kepala Polresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro bersama Wali Kota Bogor Bima Arya yang memantau pelaksanaan ganjil genap di dekat Gerbang Tol Baranangsiang Kota Bogor mengatakan, selama hampir satu jam memantau terdapat sekitar 100 kendaraan diminta petugas untuk putar balik.

"Petugas meminta pengendara memutar balik arah dengan sikap yang ramah. Umumnya mereka merasa dapat menerima dan tidak ada komplain," katanya.

Kombes Susatyo menambahkan, ada juga kendaraan dengan plat ganjil yang dibolehkan melanjutkan perjalanan karena tujuannya penting dan mendesak yakni taksi online yang mengantar penumpang ke rumah sakit.

Menurutnya, tidak semua kendaraan dengan plat nomor tidak sesuai dengan tanggal ganjil genap diminta memutar balik tapi ada juga yang dikecualikan misalnya mobil ambulans dan pegawai rumah sakit yang berangkat kerja.

"Kalau tujuannya hanya ingin jalan-jalan maka akan kami minta memutar balik," kata Kombes Susatyo. (kesatu)

Komentar