Halal Bihalal Alumni IPB Kota Bogor, Prof. Rokhmin Dahuri: Umat Islam Harus Bangkit Menjadi Umat Terbaik
ASKARA — Rektor Universitas UMMI Bogor, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, menegaskan kembali pesan Al-Qur’an bahwa umat Islam adalah umat terbaik (QS. 3:110). Namun, menurutnya, predikat mulia itu bukan sekadar gelar, melainkan amanah besar yang harus diwujudkan dengan iman, ilmu, dan akhlak.
Hal itu disampaikan Prof. Rokhmin Dahuri, yang juga Anggota Komisi IV DPR RI, dalam tausiyah pada acara Halal Bi Halal Keluarga Besar DPC Himpunan Alumni IPB Kota Bogor bertema “Rajut Silaturahmi, Perkuat Kolaborasi” di Ruang Rapat Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA), Jl. Ir. H. Juanda No. 11 Kota Bogor, Ahad (19/4).
Dalam ceramahnya, Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University itu menyoroti keterpurukan umat Islam sejak runtuhnya Khilafah Islam terakhir di Turki pada tahun 1924. “Kondisi kita ibarat buih di lautan, banyak tapi tercerai-berai,” ujarnya, merujuk pada lemahnya kualitas sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, perdagangan, industri, militer, hingga geopolitik.
Untuk keluar dari keterpurukan, anggota Dewan Pakar ICMI Pusat dan anggota Dewan Pakar Majelis Nasional (MN)-KAHMI itu menekankan tiga syarat utama agar umat Islam kembali menjadi umat terbaik:
1. IMTAQ (Iman dan Taqwa) yang kokoh, sebagaimana ditegaskan dalam QS. 65:2–5 dan QS. 7:96.
2. Menjalani kehidupan secara kaffah dan ittiba’ sesuai tuntunan Al-Qur’an (QS. 2:208; QS. 5:44, 45, 47).
3. Berakhlak mulia, dengan sifat shiddiq, amanah, fathonah, tabligh, cinta ilmu, sabar, syukur, qanaah, itqan, kasih sayang, berbagi, dan menjalin ukhuwah.

“Solusinya sederhana tapi mendasar: Back to Islam Kaffah & Ittiba’. Penuhi semua syarat itu, maka umat Islam akan kembali berjaya,” tegas Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) tersebut.
Lebih jauh, Prof. Rokhmin menggambarkan karakter umat terbaik sebagaimana doa dalam QS. 2:201: hidup sukses dan bahagia di dunia sebagai bangsa yang sejahtera, damai, kuat, maju, bersatu, berdaulat, serta diberkahi Allah SWT (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur). "Lebih dari itu, umat Islam akan hidup bahagia di akhirat sebagai penghuni surga, terhindar dari siksa kubur dan neraka," tegasnya.
Tausiyah ini menjadi pengingat sekaligus seruan moral agar umat Islam tidak sekadar bangga dengan predikat “umat terbaik”, tetapi benar-benar menegakkan syarat-syaratnya. “Kita harus kembali kepada Islam secara kaffah, agar umat ini tidak lagi menjadi buih, melainkan ombak besar yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” pungkas Menteri Kelautan dan Perikanan 2001–2004 itu.

Komentar