Selasa, 09 Juni 2026 | 06:56
NEWS

Panglima TNI: Kehadiran Vaksin Memberi Harapan Baru dan Pandemi Dapat Dikendalikan

Panglima TNI: Kehadiran Vaksin Memberi Harapan Baru dan Pandemi Dapat Dikendalikan
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat menerima vaksinasi Covid-19. (Puspen TNI)

ASKARA - Dalam mendukung vaksinasi nasional TNI telah menyiapkan personel, material dan alutsista untuk mengawal dan mengamankan distribusi vaksin Covid-19 ke daerah-daerah.

Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat menjadi pembicara kunci pada webinar bertajuk "Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit," Sabtu (30/1).

Apa yang disampaikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dibuktikan dengan nyata bahwa TNI mengerahkan 91.817 personel dan menyiapkan 109 Rumah Sakit TNI di 34 provinsi untuk mendukung Program Vaksinasi Nasional Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan, keterlibatan TNI dalam membantu penanganan pandemi Covid-19 dimulai dari penjemputan dan karantina 238 orang WNI dari Wuhan pada akhir Januari 2020. Selanjutnya, pembentukan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) TNI di Natuna, di Pulau Sebaru Kecil, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang, dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura.

"TNI selalu berada di garis depan dalam setiap upaya menjaga negara dan bangsa dari setiap ancaman, termasuk ancaman wabah penyakit seperti pandemi Covid-19 saat ini. Prajurit TNI dan tenaga kesehatan TNI selalu menjadi frontliner dalam penanganan pandemi adalah aset penting yang harus dijaga dan diapresiasi," jelasnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, untuk mendukung perkuatan tenaga kesehatan yang berjuang di garis depan, saat ini TNI telah merekrut tenaga kesehatan melalui jalur khusus dari Perwira Prajurit Karier Khusus Tenaga Kesehatan TNI.

"Untuk memperkuat tenaga kesehatan, TNI baru saja melantik 164 orang Perwira Prajurit Karier Khusus Tenaga Kesehatan TNI yang akan langsung diterjunkan sesuai keahliannya masing-masing. Dengan perkuatan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pemerintah dalam program vaksinasi nasional," ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, selain menerjunkan tenaga kesehatan TNI untuk mendukung program vaksinasi nasional,  TNI juga mengerahkan personel di satuan-satuan kewilayahan untuk melaksanakan sosialisasi dan memberikan penyuluhan mengedukasi masyarakat. 

"Hal ini penting karena salah satu faktor yang menjadi tantangan dalam program vaksinasi ini adalah beredarnya berita-berita bohong atau hoaks. Masifnya informasi menyesatkan terkait vaksinasi menjadi penghambat dalam pemenuhan target 181 juta orang yang akan mendapatkan vaksinasi gratis sampai tahun 2022," katanya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menambahkan bahwa untuk memenangkan perang informasi dan narasi perlu adanya upaya sinergis dan kolaboratif seluruh stakeholder terkait karena setiap anggota masyarakat adalah tokoh-tokoh sentral dalam penerapan disiplin protokol kesehatan. 

Masih adanya sebagian masyarakat yang enggan ataupun tidak disiplin berarti dibutuhkan pendekatan yang lebih baik. Pemahaman yang salah terkait vaksin dan upaya vaksinasi juga harus dijernihkan. 

"Di sinilah peran penting berbagai elemen yang ada di dalam masyarakat, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh wanita, dan sebagainya. Sinergitas antara TNI-Polri, pemda, tokoh masyarakat dan tokoh agama menjadi sangat penting dalam menyukseskan Program Vaksinasi Nasional Covid-19," tuturnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menegaskan bahwa penerapan disiplin protokol kesehatan menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sampai pandemi dapat diatasi dan berakhir.

Adapun, webinar tersebut juga menghadirkan beberapa narasumber seperti Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua MUI KH Cholil Nafis dan anggota Satgas Penanganan Covid-19 dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Dr. dr. Sukamto Koesno.

Komentar