Rabu, 17 Juni 2026 | 15:35
NEWS

Listyo Sigit Jadi Kapolri, Polantas Tak Lagi Tilang Pengendara

Listyo Sigit Jadi Kapolri, Polantas Tak Lagi Tilang Pengendara
Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (Dok Sekjen DPR)

ASKARA - Calon tunggal Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo ingin penegakan proses hukum lalu lintas atau penilangan hanya melalui teknologi elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) alias tilang elektronik saja. 

Dengan demikian, jika terpilih jadi Kapolri, Listyo ingin Polisi Lalu Lintas tak lagi melakukan tindakan tilang ke pengendara.

"Khusus di bidang lalu lintas secara bertahap akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik atau E-TLE,” kata Listyo saat fit and proper test di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1).

Menurut Listyo, hal tersebut bertujuan menghindari adanya penyimpangan personel Polri dalam menjalankan tugas.

"Bertujuan untuk mengurangi proses penilangan guna menghindari penyimpangan saat anggota melaksanakan proses tersebut," ujarnya.

Lantaran itu, ke depannya Listyo ingin penerapan sistem E-TLE dapat digunakan di semua wilayah. Sehingga anggota Polisi Lalu Lintas hanya sekedar mengatur saja dan tak perlu menilang.

"Jadi ke depan saya harapkan anggota lalu lintas turun di lapangan, mengatur lalu lintas tidak perlu melakukan tilang. Kita harapkan menjadi ikon perubahan perilaku Polri," tegas Listyo.

Listyo Sigit Prabowo secara resmi telah ditetapkan sebagai calon tunggal Kapolri. Diajukannya nama Komjen Listyo Sigit Prabowo, diusung langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Komjen Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku pada 5 Mei 1969. Menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada tahun 1991.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada tahun 1991, Komjen Listyo Sigit Prabowo melanjutkan pendidikan master di Universitas Indonesia.

Berdasarkan laporan dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebanyak Rp 8,3 miliar.

Komentar