Soal Wilayah Konflik, Ini Janji Calon Tunggal Kapolri
ASKARA - Calon Tunggal Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan akan melakukan soft approach atau pendekatan lunak kepada sejumlah wilayah konflik di Indonesia.
“Mengembangkan pendekata konflik di wilayah yang membutuhkan perhatian khusus Pendekatan tidak dengan kekerasan, tetapi soft approach (pendekatan lunak),” kata Listyo dalam Program Fit and Proper Test Kapolri di DPR, Jakarta, Rabu (20/1).
Dia menjelaskan, ada wilayah konflik yang dilatarbelakangi oleh permasalahan ekonomi. Lantaran itu, Polri di bawah kepemimpinannya nanti akan mengembangkan potensi masyarakat melalui kegiatan Binmas Pionir.
"Menumbuhkan jiwa dan semangat peningkatan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Maka itu, Sigit menginstruksikan, tindakan kepolisian harus dapat mendukung kegiatan di masyarakat. Bukan malah menganggu kondusifitas situasi, apalagi membahayakan masyarakat.
“Proses penegakkan hukum merupakan langkah terakhir yang diambil dalam pemecahan masalah," tandasnya.
Listyo Sigit Prabowo secara resmi telah ditetapkan sebagai calon tunggal Kapolri. Diajukannya nama Komjen Listyo Sigit Prabowo, diusung langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Komjen Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku pada 5 Mei 1969. Menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada tahun 1991.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada tahun 1991, Komjen Listyo Sigit Prabowo melanjutkan pendidikan master di Universitas Indonesia.
Berdasarkan laporan dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebanyak Rp 8,3 Miliar.

Komentar