Sempat Terputus, Akses Jalan Poros Majene-Mamuju Kembali Pulih
ASKARA - Jalur darat yang menghubungkan Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat atau jalan poros Majene-Mamuju sempat terputus dan tidak dapat dilewati kendaraan akibat material longsor, Senin (18/1), pukul 05.22 WITA.
Kini tim gabungan berhasil membuka kembali akses itu dengan bantuan alat berat. Longsoran terjadi tepatnya di Dusun Belalang, Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulbar.
"Jalan yang tertutup longsor ini berperan sentral sebagai jalur utama untuk aktivitas masyakarat maupun respons darurat kepada warga terdampak gempa," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, Selasa (19/1).
Petugas Babinsa Kodim 1401/Majene Koramil 03 Sendana atas nama Sertu Dahlan mengoperasikan alat berat untuk pembersihan material longsoran berupa batu besar yang menutup jalan poros Majene-Mamuju.
"Pada pukul 10.00 WITA, jalan poros Majene-Mamuju sudah dapat dilewati kendaraan dengan sistem buka tutup," tutur Raditya.
Sebelumnya, jalur yang sama tertutup longsor setelah gempa bermagnitudo 6,2 mengguncang pada Jumat lalu (15/1). Beberapa titik longsor terjadi sehingga menimbulkan kemacetan parah, baik dari sisi Majene maupun dari arah sebaliknya.

Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyampaikan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,2 di Sulawesi Selatan bertambah menjadi 84 orang.
"Rincian korban meninggal 73 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majene," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, Senin (18/1).
Selain itu, tercatat 679 orang luka ringan serta terdapat 253 orang mengalami luka berat, yaitu 189 orang luka berat di Kabupaten Mamuju dan 64 orang luka berat di Kabupaten Majene.
Pusdalops BNPB juga melaporkan sebanyak 19.435 orang pasca-gempa, antara lain 4.421 orang mengungsi di Kabupaten Majene dan 15.014 orang mengungsi di Kabupaten Mamuju.

Komentar