Senin, 08 Juni 2026 | 19:01
NEWS

Unggah Foto Editan Sriwijaya Air Jatuh, Ali Ngabalin Langsung Minta Maaf

Unggah Foto Editan Sriwijaya Air Jatuh, Ali Ngabalin Langsung Minta Maaf
Unggahan Ali Mochtar Ngabalin (Dok Twitter)

ASKARA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin mengunggah foto tentang pesawat Sriwijaya Air jatuh dan tertangkap kamera warga.

Dalam foto yang diunggah Ngabalin itu, pesawat Sriwijaya Air jatuh menukik tajam ke permukaan air. Tampak pula seorang wanita tengah berpose dengan background pantai.

Namun kemudian, Ngabalin langsung menghapus foto itu. Dia mengaku menyadari telah keliru dan menyesatkan dengan mengabarkan foto yang salah alias hoaks. Ngabalin pun langsung meminta maaf.

“Teman yang baik hati cuitan saya sebelumnya adalah do’a dan keprihatinan atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air," kicau Ngabalin dalam akun Twitter-nya, Senin (11/1). 

"Saya tidak ada niat apapun untuk menyebarkan sesuatu yang salah, maafkan saya dan agar tidak menimbulkan presepsi salah yang berkepanjangan di ruang publik maka dengan ini saya hapus,” tambahnya. 

Walaupun tidak menulis secara detail jika yang ada dalam foto yang diunggahnya merupakan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh, namun foto tersebut dinilai telah menyakiti hati para keluarga korban dengan informasi yang salah.

“Wahai Zat yang menghidupkan dan mematikan, tiada daya dan upaya kecuali di tanganmu lah semuanya bisa terjadi. Temani mereka semua dan kasihlah mereka semua dalam kasih dan sayangmu. Aamin amin Ya Rabbal’Alamin,” tulis Ngabalin.

Sementara itu, pakar telematika Roy Suryo memastikan foto yang diunggah Ngabalin adalah hasil editan.

Dari analisis Roy, data jatuhnya Sriwijaya Air, kurang lebih 555,457 km per jam. Sehingga foto itu tidak akan mampu menangkap momen jatuhnya Sriwijaya Air jika hanya menggunakan kamera handphone.

“Foto yang diunggah di aku @AliNgabalinNew Minggu 10/01/21 20.13 WIB disinyalir hasil editan. Karena jika analisis kecepatan jatuh SJ-182 +/- 555,457 Km/Jam,” kata Roy.

“Maka foto sejelas tersebut hanya dapat dibuat dengan kamera (DSLR?) shutter diatas 1/125 detik dan diafragma f/16 atau lebih, bukan HP,” kata Roy Suryo.

 

 

 

 

Komentar