Kamis, 04 Juni 2026 | 07:11
NEWS

Mentan Siapkan Tiga Skema Stabilkan Harga Kedelai

Mentan Siapkan Tiga Skema Stabilkan Harga Kedelai
(Dok. Kementan)

ASKARA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi pengrajin tahu tempe sekaligus melakukan gerakan stabilisasi pasokan dan harga kedelai di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. 

Gerakan stabilisasi itu menggandeng Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) dan Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo) dengan harga kedelai Rp 8500 per kilogram di tingkat pengrajin agar kebutuhan kedelai terpenuhi.

Syahrul menyebut, konsumsi kedelai impor cukup tinggi karena harganya jauh lebih murah dibandingkan kedelai lokal. Saat ini kenaikan harga terjadi secara global menimbulkan kendala di pasar lokal. 

"Kontraksi pada kedelai terjadi secara global. Selama ini tempe tahu yang kita konsumsi banyak menggunakan kedelai impor karena harganya lebih murah. Pasokan kita aman namun memang harga naik karena negara produsen mengalami kendala," jelasnya, Kamis (7/1).

Kementan bersama stakeholder terkait menjaga stabilitas harga kedelai di tengah polemik kenaikan harga yang terjadi saat ini. Ada tiga agenda yang akan dilakukan Kementan untuk terus memantau pasokan dan harga kedelai dalam negeri.

"Pertama agenda SOS yakni stabilisasi harga, pasokan tidak boleh ada yang terganggu sehingga ketersediaan harus dipastikan aman. Harga tidak boleh terlalu turun dan tidak boleh terlalu naik, khawatirnya kontraksi ini hanya sementara," ujarnya.

Agenda SOS menjadi agenda 100 hari. Kedua, agenda temporary yakni dalam 200 hari ke depan produktivitas lokal harus ditingkatkan. Ketiga, bisa suplai kebutuhan kedelai secara mandiri.

"Masyarakat kita rata-rata pemakan tahu tempe, jadi kedelai ini tidak boleh bersoal. Kita segera lakukan langkah konkret di lapangan sebagai upaya menstabilkan harga dulu. Mudah-mudahan harga stabil bukan hanya di Jakarta namun di Jawa serta daerah lain juga," terang Syahrul.

Turut hadir dalam kegiatan itu antara lain Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi dan Ketua Umum Gapoktindo Aip Syarifuddin. 

Komentar