Sabtu, 27 November 2021 | 13:09
OPINI

Yuk Kita Ke Belanda (Bag. 20)

Rembrandt Pelukis Terhebat Dunia Sepanjang Masa

Rembrandt Pelukis Terhebat Dunia Sepanjang Masa
Lukisan Karya Rembrandt

Artikel ini dipersembahkan untuk saudara Hadi Mukti Widarto. Ik ben een van de bewonderaars van Rembrandt = Saya termasuk salah satu pengagum dari Rembrandt.

Rembrandt Harmenszoon Van Rijn (1606 – 1669) lahir di Leiden, seorang seniman Belanda, dikenal sebagai salah satu pelukis besar dalam sejarah seni dunia Barat. Pada usia 17 tahun, ia pergi ke Amsterdam dan belajar bersama pelukis Pieter Lastman. Setelah enam bulan ia telah menguasai semua yang diajarkan dan kembali ke Leiden untuk mempoklamirkan diri sebagai pelukis independen.

Rembrandt menghasilkan lebih dari 600 lukisan. Sekitar 60 di antaranya adalah lukisan potret, kebanyakan berupa self potrait yang memberikan gambaran sangat jelas tentang Rembrandt yang sebenarnya, baik dari segi emosi maupun penampilan. Di abad yang begitu primitif dengan segala keterbatasan peralatan teknologi tinggi, ia mampu melukis sejumlah orang dengan begitu bening dan bersih layaknya sebuah photo.

Pada saat itu, masyarakat kelas bangsawan berlomba-lomba mengabadikan dirinya dalam balutan pakaian kemewahan yaitu dengan membuat lukisan dan pelukis di abad itu. Pelukis itu sangat termasyhur dan melegenda sampai sekarang, Rembrandt. Masyarakat kelas atas melukiskan dirinya dengan kostum serba mewah dan identik dengan kemakmuran Belanda pada saat itu. Karya besar pertama Rembrandt adalah Pelajaran Anatomi oleh Dr. Tulp (1632). Lukisan ini menggambarkan para tokoh Serikat Dokter Bedah yang tengah berkumpul.

Pada tahun 1641 ia terlibat dalam proyek melukis potret sebuah kelompok yang diberi judul Kelompok Kapten Frans Banning Cocq, judul sebenarnya untuk karya yang dikenal dengan sebutan The Night Watch. Lukisan setinggi 380 cm dan lebar 454 cm dan beratnya 170 kg ini menggambarkan penyusunan satuan penjaga sipil. Lukisan ini termasuk maha karya terindah di dunia tetapi pada saat itu orang tidak mau membayar bahkan lukisan itu disobek dengan pisau.

Dalam lukisan The Night Watch Rembrant melukis 33 orang penjaga sipil karena mereka berjanji akan membayar 100 Gulden untuk setiap orang yang ditampilkan dalam lukisan. Sayangnya mereka ingkar janji dan tidak mau membayar honor itu dengan alasan lukisannya buruk. Akhirnya lukisan itu didonasikan ke balai kota. Namun, lukisan ini terlalu besar untuk dipajang di balai kota sehingga pihak balai kota memperkecilnya dengan memotong lukisan dengan pisau dari setiap sisi lukisan sebesar 6 cm.

Meskipun ia sukses sebagai seniman yang berhasil tetapi karena gaya hidupnya yang terlalu mewah dan boros maka ia terpaksa menyatakan diri bangkrut dan harus menjual rumahnya. Ia pun ditinggal oleh istri dan puteranya. Hal ini membuatnya terpukul berat dan akhirnya meninggal dalam usia 63 tahun di Amsterdam. Rembrant sudah tidak memiliki apa-apa jadi ia terpaksa dikubur tanpa batu nisan dan upacara penguburan.

Sekarang, setiap lukisan karya Rembrant dijual dengan harga di atas puluhan juta Dollar Amerika. Lukisan Rembrant yang terakhir terjual dengan harga USD 33.2 juta. hartelijk bedankt = terima kasih. Tot ziens = sampai jumpa.

https://www.youtube.com/watch?v=a6W2ZMpsxhg

Mang Ucup

Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar