Senin, 08 Juni 2026 | 01:51
NEWS

Ridwan Kamil Sebut Pemimpin Tak Adil Masuk Neraka, Singgung Mahfud MD?

Ridwan Kamil Sebut Pemimpin Tak Adil Masuk Neraka, Singgung Mahfud MD?
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Dok Humas Pemprov Jabar)

ASKARA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengunggah sebuah gambar dengan kalimat tentang makna keadilan dalam agama Islam di akun Instagram miliknya, Kamis (17/12). 

Kalimat itu menyindir pemimpin tak adil masuk neraka. Sementara pemimpin yang adil masuk surga.

"Adil dalam Islam adalah menempatkan segala sesuatu sesuai tempatnya dan sesuai dengan takarannya,” kata Kang Emil, sapaannya dalam tulisan yang terdapat pada gambar.

Dalam keterangan unggahannya, Kang Emil mengatakan, sebagai Gubernur di Jawa Barat dia akan mencoba berlaku adil kepada siapapun. Meski bersikap adil itu relatif di mata sejumlah orang, dia meyakini bahwa pemimpin yang adil sejatinya akan masuk surga duluan.

"Namun selama nalar dan spiritual sudah satu frekuensi, maka tidak ada alasan sebuah keputusan untuk ditunda," tulis Kang Emil.

Kang Emil juga mengingatkan bahwa apapun keputusan yang diambil seorang pemimpin tetap saja tak akan pernah memuaskan semua kalangan masyarakat. Hal tersebut masih berkaitan dengan pernyataan sebelumnya, bahwa keadilan itu tak mutlak alias relatif.

"Dan Hidup mengajarkan, apapun keputusan yang diambil tidak akan pernah bisa menyenangkan semua pihak. Karena hidup tidak seindah drama korea," kata dia.

Di balik ungkapan tersebut, ia pun berharap agar semua pihak dapat mengambil hikmahnya masing-masing.

"Dalam demokrasi ini, Silakan berkomentar apapun, namun jaga kesopanan. Hatur nuhun," pungkasnya. 

Sebelumnya, Kang Emil mengomentari kekisruhan akibat kerumunan orang yang menjerat Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. Menurutnya, hal itu bermula ketika ada pernyataan yang mengizinkan penjemputan pimpinan FPI tersebut di Bandara Soekarno-Hatta.

Hal itu disampaikan Ridwan Kamil usai menjalani pemeriksaan di Polda Jabar terkait pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan orang di Megamendung. Sebelumnya, Ridwan Kamil menjalani pemeriksaan serupa di Bareskrim Polri.

"Izinkan saya beropini secara pribadi terhadap rentetan acara ini. Pertama, menurut saya semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud yang mengatakan penjemputan HRS itu diizinkan," ujarnya, Rabu (16/12).

Dikatakan Ridwan Kamil, pernyataan Mahfud MD saat Rizieq akan kembali ke Indonesia melalui Bandara Soetta yang dimaksud adalah mengizinkan asal dilakukan dengan tertib. Maka pernyataan itu disinyalir menjadi multitafsir dan membuat ribuan orang datang ke bandara untuk menjemput Rizieq. Alhasil kerumunan pun tak dapat dihindari.

Menurutnya, dalam mencapai keadilan, Mahfud Md pun diharapkan dapat bertanggung jawab. Karena dalam Islam adil itu adalah menempatkan sesuatu sesuai tempatnya. 

"Jadi beliau harus bertanggung jawab, tidak hanya kami kepala daerah yang dimintai klarifikasinya. Jadi semua punya peran yang perlu diklarifikasi," jelas Kang Emil. 

Komentar