Yuk Kita Ke Belanda (Bag. 11)
Wisata Dan Saus Ganja
Artikel ini dipersembahkan untuk Saudara Paulus Mamo Waskitha. Ben je ooit in Nederland geweest? = Apakah Anda sudah pernah berkujung ke Belanda? Nog niet, maar ik zou heel graag naar Nederland willen reizen = Belum, tapi saya ingin sekali jalan-jalan ke Belanda.
Di dunia ini, hanya ada satu wisata ganja yaitu wisata ganja di Amsterdam. Ganja di Belanda lebih dikenal dengan Canabis. Bahkan di Amsterdam juga ada museum ganja. Para wisatawan tidak hanya diajak untuk berkunjung ke museum ganja tetapi juga ke berbagai lokasi yang disebut Coffee Shop.
Jangan dulu membayangkan sebuah gerai kopi Internasional, tempat kita menyeruput hot green tea latte yang hip dan trendi. Coffee Shop di Belanda adalah tempat Anda bisa mengonsumsi ganja atau turunannya dengan sangat legal. Siapa pun tak perlu khawatir akan berurusan dengan aparat penegak hukum setempat dan pihak-pihak lainnya ketika mengonsumsi ganja di coffee shop. Tempat seperti ini dapat dikenali dengan mudah dari lambang daun ganja kecil yang ada di depannya atau bau wangi aroma daun ganja terbakar saat Anda melewati coffee shop ini.
Pemerintah Belanda memang memberikan keringanan terhadap ganja. Namun dilegalkannya penggunaan ganja hanya dalam jumlah tertentu dan untuk konsumsi pribadi. Ini pun bukan berarti tidak ada peraturan yang mengontrol laju distribusi ganja di negara ini. Aturan untuk konsumsi diatur dengan ketat.
Pengonsumsi ganja minimal harus berusia 18 tahun. Sementara pemilik Coffee Shop hanya diperbolehkan menjual maksimal lima gram per hari untuk konsumsi pribadi. Peraturan ini berlaku sejak tahun 1976. Artinya meskipun ganja legal secara hukum, tetapi tetap ada batasan-batasannya agar penduduk Belanda tetap memiliki rasa tanggung jawab. Meski demikian, pemerintah Belanda memberikan aturan hukum dan sanksi yang tegas untuk kategori hard drugs atau Narkoba lainnya seperti ekstasi, heroin, morphin dan lain-lainnya walaupun sering timbul kesan bahwa mereka pun tidak cukup serius dalam penanggulangan obat-obat ini.
Saat ini ada sekitar 670 Coffee Shop beroperasi secara legal di seluruh wilayah Belanda. Coffee Shop yang paling terkenal di Amsterdam adalah The Bulldog Café yang didirikan oleh Henk de Vries, seorang mantan bandar Narkoba. Di Cofee Shop ini, siapa pun bisa memilih berbagai jenis ganja seperti memilih variasi minuman teh.
Uniknya, ganja-ganja itu memiliki nama-nama unik seperti Bulldog Haze, Bubblegum Kush, White Widow, dan sederetan nama unik lainnya. Penamaan ganja itu menggambarkan varian asal negaranya. Ganja yang berasal dari Afganistan dinamai Original Afgan, ganja dari Australia bernama O.Z Kush, dan ganja impor dari Jamaika pun ada di sana. Benar-benar menu yang komplit.
Orang yang mengonsumsi ganja akan mengalami perasaan senang berkepanjangan tanpa sebab jelas. Suku Indian bahkan menyebut ganja sebagai simbol perdamaian dengan menghisap ganja melalui sebuah pipa. Apabila pengunjung tidak mau direpotkan dengan nama-nama aneh seperti di atas melalui proses menggiling dan melintingnya sendiri, mereka pun menjual lintingan siap saji.
Pengunjung yang tidak ingin mengkonsumsi ganja dengan cara merokok pun diberikan pilihan. Mereka menyediakan space cake, sejenis muffin atau brownies yang menggunakan gilingan daun ganja di dalam adonannya. Cake ini cukup membuat para pengunjung di sana menjadi “melayang” dan terus-menerus tertawa.
Adalah Albert van Beek, seorang penemu asli Belanda yang kreatif, membuat saus ganja untuk jajanan kentang gorengnya. Kentang goreng – patates frites bagi penduduk Belanda sudah menjadi camilan yang lumrah. Kalau orang Indonesia menganggap kentang goreng seperti gorengan tahu isi, risol, tempe, dan oncom goreng, maka gorengan tanpa cabai rawit tentu kurang menggigit.
Sama halnya dengan orang Belanda, kentang goreng tanpa saus serasa sayur tanpa garam. Meski banyak orang Belanda menjadikan mayones sebagai pelengkap kentang gorengnya, tetapi Albert van Beek terinspirasi membuat saus ganja untuk kentang goreng yang dijual di gerai Manneken Pis miliknya. Van Beek terinspirasi membuat saus ganja karena kedai kentang gorengnya dikelilingi oleh kedai ganja.
https://www.youtube.com/watch?v=hhrrDPhzYpE
Hartelijk bedankt = terima kasih. Tot ziens = sampai jumpa.
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar