Detik-detik Penangkapan Edhy Prabowo Versi Ali Ngabalin
ASKARA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengaku melihat proses Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu dini hari (25/11).
"Kan mereka datang, saya ada di situ, tapi awalnya abang tidak tahu itu KPK. Penjelasannya kami juga tidak tahu karena dari belakang jalan. KPK datang, yang bilang KPK itu orang-orang di situ. Sudah kan ada dua jalur tuh di Terminal III, mereka suruh 'Pak Ngabalin di sini saja'," kata Ngabalin di Jakarta.
KPK melakukan OTT terhadap 17 orang termasuk Edhy Prabowo dan istrinya Iis Rosita Dewi terkait dugaan korupsi penetapan calon eksportir benih lobster. Penangkapan dilakukan di Bandara Soetta sekitar pukul 00.30 WIB saat rombongan kembali dari Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.
"Kami pisah tadi di bandara. Kami pisah karena kan tadi kan Bang Ali tanya, mereka kemukakan bahwa 'Pak Ngabalin di sini saja'. Itu isyarat untuk kita pisah rombongan," beber Ngabalin.
Ngabalin lalu keluar dari bandara dengan menjalani prosedur seperti biasa.
"Saya lalu mendatangi imigrasi, tes swab segala macam, keterangan swab kita di luar negeri. Jadi tidak langsung pulang, mesti tunggu, periksa barang apa segala macam. Normallah," ungkapnya.
Menurut Ngabalin, selama di Bandara Soetta, Edhy Prabowo kooperatif dengan petugas KPK.
"Pak Edhy juga bagus, Pak Edhy juga sangat kooperatif. Teman-teman KPK juga melaksanakan tugas dengan baik. Enaklah tadi," katanya.
KPK mengirimkan tiga satuan tugas untuk melakukan OTT terhadap Edhy Prabowo termasuk satgas yang dipimpin penyidik Novel Baswedan.
Menurut Ngabalin, Edhy Prabowo keluar negeri untuk melakukan tugas sebagai menteri.
"Abang sendiri menyaksikan luar biasa ini, ini lobi yang dilakukan oleh Pak Edhy ini kan membuka ruang komunikasi internasional kemudian mengomunikasikan juga dengan para konsul jenderal kita di Los Angeles, di San Fransico dan di Hawai," jelasnya.
Ngabalin mengaku, dirinya bersama rombongan Edhy Prabowo mendatangi Oceanic Institute of Hawaii Pacific University.
"Kan Hawai itu pusat dunia induk udang vaname, yang luar biasa Indonesia kan luar biasa sekali belum dikelola dengan baik. Jadi langkah-langkah yang dilakukan Pak Edhy luar biasa sebagai seorang menteri punya misi seperti itu. Saya bangga dan kagum," katanya.
Ngabalin sendiri saat ini mengaku sudah berada di rumah.
"Bang Ali sendiri alhamdulillah sekarang ada di rumah. Tadi habis live zoom rakor dengan Polisi Khusus KKP, sebagai pembina mereka minta saran masukan," ujarnya.
Saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan secara terhadap Edhy Prabowo dan 16 orang lain yang diamankan selama 1x24 jam. (ant)

Komentar