Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:24
NEWS

Sujud Syukur Donald Trump Kalah, Denny Siregar: Gua Bukan Amien Rais, Cuma Janji Tapi Engga Mau Memenuhi

Sujud Syukur Donald Trump Kalah, Denny Siregar: Gua Bukan Amien Rais, Cuma Janji Tapi Engga Mau Memenuhi
Denny Siregar Sujud Syukur (Instagram @DennySirregar)

ASKARA - Pegiat media sosial, Denny Siregar menerima kenyataan pahit karena jagoannya dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) tersungkur. Dia mendukung calon presiden petahana Donal Trump yang dikalahkan penantangnya Joe Biden. 

Denny mengakui kekalahan Trump dalam Pilpres Amerika Serikat 2020. Alhasil, Denny harus melakukan sesuatu yang sudah dijanjikannya sejak awal yaitu sujud syukur. 

"Kalah taruhan Trump kalah. Nazar sujud syukur harus dilaksanakan," katanya dalam video di akun Instagram miliknya @dennysirregar, Sabtu (7/11).

Denny yang berani menerima kenyataan dan menepati janjinya melakukan sesuatu itu, sempat menyinggung mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Lantaran dianggap selalu ingkar janji. 

"Gua bukan Amien Rais ya, yang cuma janji tapi engga mau memenuhi. Karena Trump Kalah mau engga mau harus sujud syukur," ucap Denny. 

Kekalahan Trump ternyata sangat menyayat hatinya. Ketika hendak melakukan gerakan sujud, Denny sempat merintih sebagai ungkapan kekecewaannya terhadap hasil Pilpres AS 2020. "Sakittt," imbuh Denny yang menahan sakit. 

Sebelumnya, dalam akun Twitter miliknya Denny menyebutkan presiden petahana AS itu belum kalah. Kasih masih bisa menggugat hasil Pilpres AS.

"Belum. Trump belum kalah. Pola prosesnya, dia akan bilang pemilu curang. Trus gugat ke MK. Trendingkan tagar #USAelectionObserverSOS. Trus gerakkan massa ke KPU. Ribut2 dulu. Baru akhirnya jadi Menhan.. Begitu kata Simpsons,” celetuknya.

Denny menuturkan alasan memilih Trump karena selama masa kepemimpinanya, Amerika tak memainkan politik identitas. 

"Gua pilih @realDonaldTrump! Biar Amerika sibuk dengan masalah diri mereka sendiri, gak sibuk di negara orang lain,” kata Denny.

"Obama memang manis di dalam negerinya. Tapi aksinya di Suriah gila-gilan. Puluhan ribu orang mati. Suriah hancur, karena AS main politik identitas. Trump emang gila. Karna gila itu, selalu aja ada mslh dalam negerinya. Trump ga sempat ributkan negara luar. Itulah knp gua suka Trump,” lanjutnya.

Komentar