Sudah Identifikasi, Pelaku Begal Perwira Marinir Sedang Diburu Polisi
ASKARA - Kasus percobaan penjambretan yang menimpa seorang perwira Marinir di Jakarta Pusat saat sedang bersepeda beberapa waktu lalu menemukan titik terang. Pasalnya, pihak kepolisian sudah berhasil mengidentifikasi para tersangka.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut, seluruh tersangka dalam kasus ini sudah teridentifikasi oleh polisi.
"Insyaallah sudah (teridentifikasi)," kata dia, Senin (2/11).
Namun, meski sudah teridentifikasi para pelaku belum berhasil ditangkap. Yusri menyebut pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para tersangka.
"Saat ini para pelaku masih dikejar," ungkap Yusri.
Sebelumnya, pelaku penjabretan atau begal terhadap Kolonel Mar Pangestu Widiatmoko di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat diduga menggunakan dua sepeda motor.
Hal itu diketahui setelah polisi memeriksa sejumlah kamera pengintai alias CCTV di lokasi kejadian, Senin (26/10) lalu.
"Petunjuk awal dari CCTV ada dua sepeda motor yang diduga pelaku," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (28/10).
Dugaan jika pelaku mengendarai dua sepeda motor juga diketahui setelah polisi menggali keterangan tiga orang saksi yang melihat peristiwa penjambretan terhadap Kolonel Pangestu.
"Saksi sudah tiga orang kami periksa saksi adalah orang-orang yang di sekitar lokasi ya," ujar Yusri.
Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk memberantas aksi penjambretan dengan sasaran pesepeda yang belakangan marak terjadi di ibu kota.
"Memang di akhir-akhir ini marak begal sepeda, ada lima atau tujuh TKP. Satu sudah ditangkap Polres Jakarta Pusat, ada tiga tersangka," kata Yusri Yunus, Selasa (27/10) kemarin.
Polda Metro Jaya sudah membentuk satu tim khusus untuk memburu para pelaku kejahatan jalanan ini. Tim dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Tubagus Ade Hidayat.
"Kapolda menyampaikan ini dibentuk tim di bawah pimpinan Dirkrimum untuk mengungkap begal-begal yang ada," kata Yusri.

Komentar