Denny Siregar Bahas Libur Panjang, Perputaran Ekonomi, dan Ancaman Anies Baswedan
ASKARA - Pegiat media sosial Denny Siregar menilai libur nasional dan cuti bersama akhir pekan ini, merupakan upaya pemerintah untuk menggerakan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.
"Libur panjang ini memang bagian dari strategi pemerintah untuk mengalirkan ekonomi ke daerah-daerah," nilainya dalam akun Instagram pribadinya, Kamis (29/10).
Berbicara mengenai ekonomi, tentu berkaitan dengan uang. Karena uang menjadi alat tukar yang sah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, uang sebagai penggerak roda perekonomian. Maka setiap orang bisa berperan dalam menjalankannya. Perputaran uang bisa terjadi ketika masing-masing membelanjakannya untuk membeli produk.
Sehingga perputaran uang tetap terjadi dan ekonomi tetap berjalan. "Semua harus belanja. Jangan lagi uang hanya disimpan di Bank atau di bawah bantal," ucap Denny Siregar.
Ketika menyambut libur panjang, sebagian masyarakat sudah mulai menyusun rencana untuk berlibur ke sejumlah tempat wisata. Ada pula yang memanfaatkannya untuk kembali ke kampung halaman.
"Libur panjang. Sejak Selasa orang2 sudah bersiap untuk liburan. Rabu mereka berangkat, bergerak bersama. Ketemu disatu titik, terjadi penyempitan," imbuh Denny.
"Apalagi gajian udah ditangan, perusahaan-perusahaan mempercepat gajian supaya semua orang keluar dari kota, pulang ke desa dan penuhi daerah wisata," tambahnya.
Akibat banyaknya pergerakan orang menuju berbagai wilayah di Indonesia. Tentu harapannya dapat menumbuhkan kembali perekonomian nasioal yang tergerus akibat pandemi.
"Baru kali ini saya senang mendengar kata macet. Berarti orang sudah pada keluar. Sudah mulai belanja. Dan harapan ekonomi kita mampu bertahan, semakin kuat," harap Denny.
Denny Siregar menyinggung pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mengancam akan menarik lagi rem darurat alias memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bila terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota.
Menurutnya pernyataan Anies tersebut seolah menunjukan ketakutan kepada warga Jakarta. Lantaran pembelakuan PSBB secara ketat makin menyulitkan keadaan masyarakat.
"Sementara di Jakarta, Gubernurnya terus ketakutan. 'Nanti gua tarik rem darurat'. Ancamnya. Begitu terus hidupnya. Penuh ancaman. Mari kita bahagia. Biar dia yang phobia," kritiknya.
Namun, sebagian netizen tidak sependapat dengan postingan Denny Siregar, karena hanya lebih mengutamakan laju ekonomi ketimbang mengingatkan tentang protokol kesehatan.
"Bahagia itu bukan dari orang lain ya, dari kita sendiri yang bikin. Bisa engga bahagia tanpa mencela orang bang," celetuk akun Instagram @agusirsyad28
"Kemarin demo, sekarang libur panjang. Cepet deh herd immunitynya," timpal akun Instagram @axelnegeri
"Memang sih bisa buat ekonomi beputar, tapi harus terus tanamkan aspek kesehatan masyarakat. Agar terhindar dari virus dan menjaga protokol kesehatan dengan ketat," kata akun Instagram @salmontarigan.

Komentar