Minggu, 07 Juni 2026 | 19:55
NEWS

Penjelasan Pernyataan Wapres Soal Pilkada Lebih Baik Ditunda

Penjelasan Pernyataan Wapres Soal Pilkada Lebih Baik Ditunda
Ilustrasi. (SP)

ASKARA - Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidowi menjelaskan maksud pernyataan Wapres Ma'ruf Amin tentang Pilkada Serentak 2020 yang lebih baik ditunda. 

Menurut Baidowi, selama ini prinsip yang dikemukakan Kiai Ma'ruf bahwa seorang pejabat negara dalam pelaksanaan pilkada harus menjaga netralitasnya. 

"Wapres selama ini berprinsip itu adalah netralitas pejabat negara dan PNS itu harus dijaga. Dalam rangka itu, jadi tidak dalam rangka yang lain," katanya kepada wartawan, Kamis (22/10). 

Baidowi mengatakan, dalam konteks Pilkada Serentak 2020, Kiai Ma'ruf tidak mencampuri urusan putrinya yaitu Siti Nur Azizah yang maju di Pilwakot Tangerang Selatan.

"Nggak, tidak dalam rangka itu dia bicaranya. Najwa kan nanya itu kan wapres, punya putri, kok dalam kondisi pandemi kok sepertinya pemerintah memaksakan, apakah ini karena wapres punya putri mencalonkan diri ataupun Pak Jokowi punya putra mencalonkan diri, kan begitu," jelasnya.

"Nggak ada hubungannya itu. Kemudian jawaban wapres seperti itu. Jadi tidak ada hubungan sama sekali (pilkada ditunda). Karena konteksnya lebih pada itu. Tapi substansinya bagaimana aparat negara, pejabat negara, itu memang harus menjaga netralitasnya," tambah Baidowi.

Terlebih Kiai Ma'ruf tidak pernah menyinggung ataupun kampanye putrinya. Tapi lebih pada merestui putrinya yang mencolankan diri dalam pilkada. 

"Ya Wapres merestui tapi tidak lebih dari itu. Selama ini hubungannya adalah hubungan anak-bapak," kata Baidowi. 

Selain itu, hubungan dalam konteks kebebasan berpendapat, kebebasan berpolitik yang tidak mengganggu terhadap kebebasan putra atau putrinya melakukan aspirasi politis. Termasuk untuk mencalonkan. 

"Wapres tidak mencampuri," ujar Baidowi.

Sebelumnya, dalam wawancara bersama Najwa Shihab, Selasa (20/10), Kiai Ma'ruf mengatakan pilkada lebih baik ditunda. Pernyataan itu adalah jawaban atas pertanyaan Najwa apakah presiden dan wapres berkeras pilkada tetap dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 karena keluarga mereka ikut mencalonkan diri.

Kiai Ma'ruf menjawab lebih baik pilkada ditunda. Kemudian menjelaskan bahwa tidak pernah memerintahkan anaknya untuk maju pada Pilkada 2020.

"Saya kira kalau saya sih lebih baik ditunda. Anak saya kan bukan incumbent, yang berkepentingan untuk tidak ditunda kan incumbent. Anak saya bukan incumbent. Malah lebih baik kalau lawannya bukan incumbent, tidak ke sana. Saya tidak pernah mendorong anak saya untuk jadi calon wali kota. Semua anak saya, tidak pernah. Saya tidak punya partai," paparnya.

Komentar