Rabu, 25 November 2020 | 11:28
NEWS

Relawan Vaksin Covid-19 AstraZeneca Meregang Nyawa, Uji Klinis Tetap Digelar

Relawan Vaksin Covid-19 AstraZeneca Meregang Nyawa, Uji Klinis Tetap Digelar
Ilustrasi vaksin corona (REUTERS/Dado Ruvic)

ASKARA - Seorang warga asal Brasil yang menjadi relawan tes klinik vaksin Covid-19, yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford meninggal dunia. 

Padahal, pemerintah Brasil berencana membeli vaksin asal Inggris itu dan membuatnya di pusat riset biomedis FioCruz di Rio de Janeiro. 

Otoritas kesehatan Brasil, Anvisa menyatakan, pihaknya menerima data dari investigasi masalah itu. Kendati demikian uji coba vaksin tetap dilaksanakan. 

"Tes vaksin akan dilanjutkan setelah kematian relawan itu," kata Anvisa yang tidak memberi rincian lebih lanjut karena kerahasiaan medis terkait tes itu. 

Universitas Federal Sao Paulo yang membantu mengkoordinasi tes klinis tahap 3 di Brasil secara terpisah membenarkan kejadian tersebut, tapi enggan menjelaskan secara gamblang perihal kematian itu. 

"Relawan itu warga Brasil," tulis keterangannya.

Namun mereka tidak menjelaskan di mana relawan itu tinggal. Akibatnya saham AstraZeneca menjadi negatif dan turun 1,7 persen setelah muncul kabar tersebut.

Vaksin AstraZeneca merupakan salah satu kandidat vaksin yang tercatat oleh WHO telah memasuki tahap uji klinis ketiga. Vaksin tersebut menggunakan platform non-replicating viral vectors.

Brasil menjadi negara pertama yang menerima vaksin yang dikembangkan Inggris. Hal ini dilakukan mengingat Brasil memiliki peningkatan kasus infeksi dan kematian yang tinggi.

Dua ribu warga Brasil akan berpartisipasi dalam uji coba vaksin COVID-19 yang dikembangkan Universitas Oxford, Inggris, bekerja sama dengan perusahaan farmasi AstraZeneca. 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Brasil menyetujui penelitian yang akan memvaksinasi 1.000 orang di Sao Paulo dan 1.000 lebih partisipan di Rio de Janeiro.

 

Komentar