Kamis, 04 Juni 2026 | 09:52
NEWS

Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin Tak Diizinkan Jenguk Aktivis KAMI yang Ditahan, Sempat Cekcok Lalu Pulang

Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin Tak Diizinkan Jenguk Aktivis KAMI yang Ditahan, Sempat Cekcok Lalu Pulang
Gatot Nurmantyo (Dok Beritaenam.com)

ASKARA - Eks Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ditolak pihak kepolisian saat hendak menjenguk anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di tahanan Bareskrim Mabes Polri, Kamis (15/10). 

Sempat terjadi adu mulut antara Presidium KAMI yang diwakili Gatot Nurmantyo dan Din Syamsudin dan pihak kepolisian. 

Keduanya sempat menggelar konferensi pers dan menyampaikan tujuan kedatangan mereka ke kantor polisi itu.

"Kami datang kesini dalam komposisi lengkap baik presidium eksekutif maupun deklarator," kata Gatot, kepada wartawan di Bareskrim Polri. 

Lantaran tak diizinkan masuk menjenguk aktivis KAMI yang ditahan. Gatot dkk tidak memaksa masuk dan memilih untuk pulang.

"(Alasan ditolak) nggak tahu, ya pokoknya tidak dapat izin, ya nggak masalah," ujar Gatot. 

Bersama Din Syamsuddin dan kelompoknya dari KAMI, Gatot memilih meninggalkan kantor Bareskrim dan memilih tidak menunggu. 

"Ya pulang lah, masa mau tidur di sini," ucapnya. 

Sebelumnya diberitakan Askara, Presidium KAMI Din Syamsudin menyambangi Mabes Polri Jakarta untuk berupaya membebaskan tiga tokoh KAMI yang ditahan. 

Tiga pegiat KAMI itu ditangkap polisi karena dugaan terkait demonstrasi menolak Undang Undang Cipta Kerja yang berujung kerusuhan. 

"Presidium KAMI akan menemui kapolri di Mabes Polri menuntut pembebasan para tokoh KAMI," kata Din Syamsudin, Kamis (15/10).

Adapun tiga pegiat KAMI yang dijadikan tersangka adalah Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat. Mereka kini ditahan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri.

Komentar