Hercules Minta Maaf ke Sutiyoso, Tapi Lancarkan Sindiran Tajam ke Gatot Nurmantyo
ASKARA - Tokoh pemuda asal Timor, Hercules Rosario Marshal, kembali menjadi sorotan publik usai mengeluarkan pernyataan kontroversial yang melibatkan dua tokoh militer senior, yakni Letjen TNI (Purn) Sutiyoso dan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo.
Dalam pernyataannya, Hercules mengaku menyesal atas ucapan sebelumnya yang dianggap kurang pantas, khususnya kepada Sutiyoso, yang dikenal sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta dan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Dengan nada tenang namun penuh penyesalan, Hercules menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
"Dengan hati besar, saya meminta maaf kepada Bapak Sutiyoso atas ucapan saya yang kurang enak didengar. Saya sadar bahwa beliau adalah sosok yang berjasa dan memiliki kontribusi besar bagi bangsa. Tidak sepatutnya saya menyampaikan kata-kata yang menyinggung," ujar Hercules dalam keterangan yang diunggah di TikTok, Jumat (2/5).
Namun berbeda dengan nada damai terhadap Sutiyoso, Hercules justru melontarkan pernyataan keras dan blak-blakan terhadap Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI. Ia menyampaikan secara terbuka bahwa dirinya tidak merasa takut maupun menghargai Gatot.
"Hei Gatot, saudara Gatot, saya tidak takut kau, saya tidak menghargai kau," ucap Hercules dengan nada tegas dan tanpa basa-basi.
Pernyataan tersebut sontak memicu perhatian publik, mengingat Gatot Nurmantyo dikenal sebagai salah satu tokoh militer yang vokal dalam menyuarakan pandangan politik dan kebangsaan setelah pensiun dari militer. Belum ada tanggapan resmi dari Gatot terkait ucapan Hercules ini.
Sejumlah pihak menilai pernyataan Hercules bisa memicu ketegangan di ruang publik, terutama di kalangan para tokoh nasional. Namun ada juga yang menilai ini sebagai dinamika dalam demokrasi, di mana perbedaan pendapat bisa terjadi bahkan di antara tokoh-tokoh besar sekalipun.
Publik pun kini menunggu apakah Gatot Nurmantyo akan menanggapi pernyataan tersebut, atau memilih tetap diam di tengah riuhnya polemik yang melibatkan sesama figur nasional.

Komentar