Senin, 08 Juni 2026 | 06:22
NEWS

Dari Aksi 1310, Polisi Juga Amankan 5 Siswa SD

Dari Aksi 1310, Polisi Juga Amankan 5 Siswa SD
Ilustrasi. (Dok. Detik)

ASKARA - Aksi unjuk rasa menolak pengesahan Undang Undang Cipta Kerja pada Selasa (13/10) berujung ricuh. 

Mirisnya, dalam aksi tersebut ada lima siswa Sekolah Dasar yang turut diamankan. Sebab, para bocah tersebut melakukan tindakan anarkistis saat massa aksi membubarkan diri. 

"Ada lima anak SD umurnya 10 tahun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu (14/10). 

Menurutnya, saat ditanya penyidik, bocah-bocah itu mengaku diundang dan diajak unjuk rasa dari media sosial.

"Sama, mereka menyampaikan diundang dan diajak," kata Kombes Yusri.

Diketahui, polisi mengamankan 1377 orang yang diduga perusuh dalam unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Selasa kemarin. 

Kombes Yusri mengatakan, ribuan orang yang diamankan itu merupakan akumulasi dari seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sebanyak 75-80 persen merupakan pelajar. Dia merinci sebanyak 800 anak sekolah, lima siswa SD, remaja, pengangguran, dan buruh. 

"Ada 1377 yang kami amankan baik sebelum unjuk rasa dan pasca unjuk rasa yg terjadi adanya bentrokan. 1377 ini dievaluasi hampir 75-80 persen anak sekolah, kurang lebih 800 anak sekolah dan bahkan ada lima anak SD umurnya 10 tahun. Sisanya pengangguran banyak, mahasiswa, dan buruh," jelasnya.

Kombes Yusri menambahkan, Aksi 1310 yang berlangsung di kawasan Silang Monas secara umum berlangsung aman dan tertib. 

"Demo atau berunjuk rasa tersebut berjalan dengan aman dan tertib mulai sejak siang hari pukul 13.00 WIB yang memang kami ketahui bersama dan kami lihat juga bahwa sekitar pukul 16.00 WIB unjuk rasa itu sudah berakhir dan sudah kembali dan alhamdulillah berjalan dengan baik," tutupnya. (jpnn)

Komentar