Selasa, 21 Mei 2024 | 21:18
NEWS

Mahasiswa di Sumatra Utara Serukan Kembali ke Jalan Tolak Omnibus Law

Mahasiswa di Sumatra Utara Serukan Kembali ke Jalan Tolak Omnibus Law
Mahasiswa Sumatra Utara (Tangkapan layar)

ASKARA - Demonstrasi besar-besaran menolak kelahiran Undang-Undang Cipta Kerja yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia berujung ricuh. Hal itu diduga tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa aksi.

Menyikapi kondisi itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut, Hasbi Silalahi mengajak seluruh mahasiswa di Sumatra agar kembali turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja. 

"Hari ini (Kamis) mahasiswa Sumatra Utara ditembaki pihak aparat. Saya minta hari Jumat kepada kawan-kawan seluruh kampus dan rumah. Kita kembaki ke jalan tolak Omnibus Law," kata Hasbi Silalahi dalam keterangan video, Jumat (9/10). 

Ketua Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) 2020, Ahmad Fahmi Sahid Bintang menyerukan kepada rekan-rekannya tidak tinggal diam dan meminta untuk kembali menyuarakan tentang penolakan regulasi itu. 

"Menyerukan kepada seluruh kawan-kawan mahasiswa tindakan aparat makin liar. Maka itu saya serukan kepada kawan kawan untuk turun ke lapangan," tegas Ahmad. 

Keberadaan UU Omnibus Law Cipta Kerja dinilai akan merugikan rakyat Indonesia, terutama buruh/pekerja, anti-lingkungan hidup, mengabaikan HAM, dan lain-lain.

Sejumlah lembaga dan aktivis mengeluarkan Mosi Tidak Percaya kepada Pemerintah Indonesia dan DPR RI setelah disahkannya UU Cipta Kerja.

Rancangan Undang-Undang tentang Cipta Kerja telah disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, Senin (5/10). Sebelumnya, RUU ini disahkan di tingkat I di Badan Legislasi DPR bersama dengan pemerintah yang diwakili Menko Perekonomian dan sejumlah menteri terkait lainnya.

 

Komentar