Teriakkan Besok Kiamat, Pria Nekat Terobos Gerbang Mapolresta Tasikmalaya
ASKARA - Seorang pria berinisial HS (42) menabrakkan mobilnya ke gerbang Mapolres Kota Tasikmalaya dan berusaha merebut senjata milik petugas.
Aksi itu dilakukan HS dengan mobil APV hitam bernomor polisi D 1783 X pada Senin dini hari (21/9).
HS sempat berhasil masuk paksa ke dalam markas polisi Kota Tasikmalaya tersebut dan turun sambil meneriakkan kalimat "besok kiamat" berulang-ulang.
Pelaku pun langsung diamankan saat hendak merebut senjata api salah satu anggota polisi yang sedang piket jaga malam.
"Betul ada kejadian pukul satu dini hari. Ada orang menerobos pintu Polresta Tasikmalaya. Iya orang tak dikenal. Mobil tersebut menabrak pembatas gerbang dan sempat masuk," jelas Kabid Humas Polda Jawa Barat Kompol Erdi A. Chaniago saat dikonfirmasi, Selasa (22/9).
"Dia seorang diri dan langsung ditangkap oleh tim piket malam. Saat dihentikan dan turun berteriak 'besok kiamat, besok kiamat'," katanya menambahkan.
HS masih diperiksa lebih lanjut terkait motif dan alasannya menerobos paksa dan menabrak gerbang Mapolresta Tasikmalaya.
Jika sampai nantinya terbukti dengan dua alat bukti akan berlanjut ke tingkat penyidikan karena berupaya membawa paksa senjata petugas.
"Masih dilakukan pendalaman, nanti diinformasikan kembali. Jika terbukti dengan dua alat bukti itu maka akan dikenakan pasal pidana. Dia berusaha merebut senjata dan diamankan, sekarang sedang diperiksa, sedang didalami oleh Polresta Tasikmalaya," ujar Kompol Erdi.
Sementara, terkait motif dan apakah kondisi HS sedang mabuk, polisi belum bisa memberikan keterangan resmi.
Selain berupaya merebut senjata petugas, HS diketahui telah merusak dengan sengaja salah satu properti Mapolresta Tasikmalaya.
"Kalau memang terbukti melakukan perlawanan terhadap anggota dan merusak milik polresta akan ditingkatan jadi penyidikan. Motifnya kita masih dalami, yang jelas ada orang yang datang ke kantor polisi dengan cara menerobos dan merusak pembatas dan berusaha merebut senjata anggota," demikian Kompol Erdi. (kesatu/jpnn)

Komentar