Sabtu, 20 Juni 2026 | 22:50
OPINI

Problem Utama Saat Corona Adalah Uang !

Problem Utama Saat Corona Adalah Uang !
Ilustrasi uang (int)

Tidak bisa dipungkiri bahwa saldo yang positif ada jauh lebih memberikan rasa damai, nyaman dan tenang daripada hasil Covid Test yang Positif !

Dalam satu hal manusia di kolong langit ini bisa bersatu ialah dalam uang, entah agama, idelogi, ras atau bangsa apapun juga kita bisa bersatu. Dari hulu ke hilir, perkaranya hanyalah uang.

Selama kau ber-uang kau dihormati, didengar, disetujui, disanjung tinggi. Semua ucapanmu adalah wahyu dan perintah, kau dielu-elukan, karena kau memiliki uang yang banyak.

Jack Ma berkata, bahkan kentut-mu pun jadi wangi, bunyinyapun terdengar bijak bahkan menginspirasi kalau kau ber-uang. Saat kau dinilai sukses secara materi, maka kalimat gerutuan dan rengekanmu pun akan dikutip oleh berbagai media. Dijadikan quote inspirasional oleh banyak orang. Mungkin diprint dan ditempelkan di dinding kamarnya.

Uang itu selalu tahir entah itu hasil dari lacur, jualan drugs, korupsi ataupun membunuh sekalipun juga tidak ada uang yang dinilai haram. Uang itu adalah bahasa yang bisa masuk akal dan mudah dimengerti oleh setiap orang. Masalahnya siapa sih yang tidak tahu dengan uang? Orang gila sekalipun tahu uang.

Dan faktanya di negara ini, segalanya butuh uang mau buang air kecil saja butuh uang. Walaupun kita ketularan Corona sekalipun, tapi dengan adanya uang - akan jauh lebih mudah dijalani daripada saat kita bokek! Bahkan orang yang sudah mati sekalipun masih butuh uang.

Saat kita memiliki uang hati pun akan terasa damai dan tidak pernah cekcok lagi dengan istri. Uang bisa membuat kita jadi stres berat, karena merasa dikecewakan dan hanya sekedar dikasih iming-iming saja.

Misalnya BLT Rp 600 ribu dan hanya di Indonesia bisa terjadi dimana bantuan uang bisa berubah jadi supermie. Bahkan kasih sayangpun bisa dibeli dengan uang, apabila kita kaya maka sanak cucu akan rajin datang berkunjung; namun dimana pada saat kita kere mereka tidak punya waktu bahkan cuek bebek. Cara terbaik agar orang selalu mengingatmu adalah pinjamlah uang dari mereka.

Banyak orang yg menilai bahwa darah lebih kental dari air? salah. Uang dan kekayaan lebih kental dari apapun. Saat kau kaya, kau bisa membaur dengan natural. Saat kau kaya, mereka akan menutup mata dengan agamamu, keyakinanmu, pilihan politikmu, sukumu, masa lalumu.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa "money cant buy happiness", artinya uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Orang yang mengatakan bahwa uang tidak bisa membeli kebahagiaan; itu hanyalah komentar dari orang miskin yang berdalih.

Lihat saja om senang yang selalu hepi misalnya Hotman Paris. Orang cenderung lebih mudah memaafkan seorang jutawan, milyuner, dibandingkan pedagang gorengan atau penjual bubur ayam kaki lima di pasar tradisional.

Jadilah kaya, ber-uang, maka kau akan didengarkan. Pada saat kita beruang, kebenaranpun bisa dibeli, bahkan Tuhan pun akan selalu mendengarkan doa kamu, hal inilah yang diungkapkan oleh pembimbing agama!

Dunia kita sekarang sangat konsumtif, sangat materialistik, segala sesuatunya ditimbang berdasarkan uang, kekayaan, label, merk, branding, kekuasaan, jabatan, pangkat, gelar, koneksi, referensi, dan seterusnya. Ini fakta, Sahih.

Tanya: Apa solusinya agar kita bisa bertahan hidup di belantara peradaban yang sangat hipokrit dan munafik ini? Saran dan kesannya saya tunggu. Maturnuwun sanget berkah dalem.

Mang Ucup

Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar