Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:11
OPINI

Gerakan Pembangkangan Sipil

Gerakan Pembangkangan Sipil
Ilustrasi gerakan pembangkangan sipil (Dok Gemini)

OLEH: JAYA SUPRANA

ASKARA - Setelah membaca “Walden”, saya merasa Ralph Waldo Emerson dan Mahatma Gandhi memiliki hubungan pemikiran cukup erat dengan Henry David Thoreau. Ternyata Emerson dan Thoreau memang teman dekat dan kolega Emerson adalah seorang filsuf dan penyair yang mempengaruhi Thoreau dengan ide-ide tentang individualisme, alam, dan spiritualitas. Thoreau bahkan pernah tinggal di rumah Emerson selama beberapa tahun dan bekerja sebagai tukang kebun dan semacam juru tulis .  Thoreau menulis buku "Walden" sebagao refleksi dari hidupnya di alam dan ide-ide tentang hidup sederhana, kemandirian, dan perlawanan terhadap pemerintah yang tidak adil. Buku ini dipengaruhi oleh ide-ide Emerson tentang individualisme dan alam. Adalah Thoreau yang pertama menggagas Civil Disobedience alias Gerakan Pembangkangan Sipil.

Gerakan Pembangkangan Sipil dapat terbentuk apabila subyek sipil atau masyarakat merasa tidak puas atas sesuatu yang merupakan hasil dari inkompetensi dan kesewenang-wenangan pihak penguasa. Gerakan pembangkangan sipil memiliki tujuan utama untuk membawa perubahan dalam hukum atau aturan pemerintah lewat tindakan perlawanan publik yang bersifat politis.

Mahatma Gandhi, yang hidup di India sangat dipengaruhi oleh ide-ide Thoreau tentang perlawanan tanpa kekerasan (civil disobedience) dan hidup sederhana. Gandhi membaca karya-karya Thoreau dan Emerson, dan mengadopsi ide-ide mereka tentang perlawanan tanpa kekerasan dan kemandirian. Gandhi kemudian mengembangkan konsep "Satyagraha" (kekuatan kebenaran) yang merupakan perlawanan tanpa kekerasan terhadap pemerintah kolonial Inggris di India. Ide-ide Thoreau tentang perlawanan tanpa kekerasan dan hidup sederhana mempengaruhi gerakan kemerdekaan India dan menjadi inspirasi bagi gerakan menegakkan pilar-pilar hak sipil di seluruh dunia.

Memang ada hubungan erat antara pemikiran Thoreau, Emerson, dan Gandhi, yang semuanya menekankan pentingnya individualisme, kemandirian, dan perlawanan tanpa kekerasan terhadap ketidakadilan. Dalam hal gerakan non violence melawan tirani kolonialisme , pemikiran Thoreau, Emerson dan Gandhi berlanjut pada Nelson Mandela yang telah menerima anugerah Nobel untuk perdamaian pada tahun 1993. Gerakan Pembangkangan Sipil juga dilakukan Lech Walesa melawan rezim Uni Sowyet sehingga teknisi listrik ini dilantik menjadi Presiden Polandia serta juga menerima anugerah Nobel.

Sebagai protes terhadap pemilu yang secara curang direkaya oleh rezim Orba, pada hakikatnya Golput alias Golongan Putih dipelopori oleh Arief Budiman merupakan bentuk Gerakan Civil Disobedience yang diprakarsai oleh Henry David Thoreau. Juga gugatan Class-Action yang diajukan masyarakat Bukit Duri di bawah pimpinan Sandyawan Sumardi kepada Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tata Usaha Negara atas penggusuran paksa terhadap rakyat jelata di Bukit Duri dilakukan oleh Pemprov Jakarta secara sempurna melanggar hukum pada 28 September 2016.

Pada hakikatnya, pemda Malang menolak program MBG atas pertimbangan risiko meracuni siswa merupakan Gerakan Pembangkangan Daerah terhadap Pusat. Belum lama berselang ini, Masyarakat adat Papua yang mengungsi ke Papua New Guini merupakan protes terhadap penggusuran secara paksa atas nama pembangunan oleh penguasa. Gerakan Pembangkangan Sipil dilakukan dalam bentuk mogok bayar pajak secara massal oleh warga Jawa Tengah sebagai perlawanan terhadap Pemprov Jateng yang sewenang-wenang berkelanjutan meningkatkan besaran pajak maupun kreatif menciptakan jenis pajak baru secara semau gue  sempurna melanggar sila ke dua Pancasila yakni Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Maka tidak seperti biasanya, naskah ini TIDAK saya akhiri dengan pekik  “Merdeka !”

 

Komentar