Sabtu, 20 Juni 2026 | 23:22
OPINI

Matematika Rekreasi Kambing

Matematika Rekreasi Kambing
Ilustrasi Matematika Rekreasi Kambing (Dok Gemini)

OLEH: JAYA SUPRANA

ASKARA - Sebagai warga Indonesia yang tumbuh kembang di lingkungan kebudayaan Jawa, saya senantiasa berupaya menghayati makna kearifan Ojo Dumeh. Maka sebenarnya saya tidak ingin tergolong manusia terkebur yang merasa diri memiliki daya pikir lebih unggul ketimbang orang lain. Sayang, justru akibat kearifan Ojo Dumeh, dalam menghadapi masalah saya malah kerap kali bersikap terkebur maka sembrono, gasrak-gusruk dalam arti tidak berpikir cermat dan seksama tatkala berupaya memecahkan masalah yang sedang saya hadapi. Saya lebih rumangsa bisa ketimbang bisa rumangsa.

Ambil saja sebuah contoh masalah keduniawian terkait aritmatika antara Anda dan saya. Kebetulan Anda dan saya sama-sama peternak dan masing-masing memiliki jumlah kambing yang sama lalu masalahnya adalah berapa ekor kambing yang harus Anda berikan ke saya agar saya memiliki sepuluh ekor kambing lebih banyak ketimbang Anda.

Akibat terkebur menganggap masalah aritmatika kambing tersebut adalah sepele maka saya terkebur memberi jawaban secara cepat bahkan spontan tanpa khawatir keliru. Agar jumlah kambing yang saya miliki sepuluh ekor lebih banyak ketimbang  kambing yang Anda miliki maka Anda wajib memberi saya sepuluh ekor kambing! Langsung masalah aritmatika kambing terasa dengan sendirinya beres!

Ternyata jawaban saya keliru!  Jika anda memberi saya sepuluh ekor kambing maka kambing yang Anda miliki berkurang sepuluh ekor sementara kambing yang saya miliki bertambah sepuluh ekor maka kesenjangan jumlah kambing yang Anda miliki dan kambing yang saya miliki menjadi 10+10 sama dengan bukan hanya sepuluh tetapi malah dua puluh ekor kambing.

Jawaban yang lebih tepat dan benar demi kambing yang Anda miliki lebih banyak sepuluh ekor ketimbang yang saya miliki adalah Anda harus berikan ke saya adalah jangan sepuluh tetapi cukup lima ekor kambing saja. Berarti jika dihitung secara ojo dumeh tampak nyata pada kenyataan aritmatikal bahwa kambing Anda berkurang lima ekor sementara kambing saya bertambah lima ekor yang apabila pengurangan dan penambahan dihitung jumlahnya  5+5=10 ! Matematika rekreasi ini hanya bisa “berjalan” apabila jumlah kambing Anda dan kambing saya sama-sama lebih dari sebelas kambing. Agar jangan sampai Anda tidak punya kambing dalam jumlah minus . Mohon dimaafkan terkesan saya bingung sebab memang sebenarnya saya benar-benar bingung masalah kambing Anda dan saya ini.

Inti makna hikmah naskah sederhana sekaligus rumit ini pada hakikatnya adalah dalam ikhtiar mengejawantahkan ojo dumeh bahwa sebaiknya saya konsekuen dan konsisten senantiasa bersikap ojo dumeh agar tidak terjebak masuk perangkap keterkeburan maka menjadi korban rasa terlalu percaya diri bahwa diri sendiri pasti benar! Ngono yo ngono ning ojo ngono!

 

Komentar