Kamis, 18 Juni 2026 | 01:42
NEWS

Tangis Butet Pecah, Lukisan Jalan Salib Jawa Diterima Paus Leo XIV

Tangis Butet Pecah, Lukisan Jalan Salib Jawa Diterima Paus Leo XIV
Momen paling menggetarkan terjadi saat penyerahan lukisan berlangsung di halaman Basilika. Butet bersama istrinya, Ageng Rulyani Isfihana (Dok Butet)

ASKARA - Seniman dan budayawan Butet Kartaredjasa membagikan pengalaman yang sangat berkesan dalam hidupnya melalui unggahan di media sosial, Rabu (17/6/2026). Dengan nada penuh haru, pria asal Bantul, Yogyakarta itu mengaku akhirnya berhasil mewujudkan impian menyerahkan 14 frame lukisan "Jalan Salib" versi Jawa kepada Paus Leo XIV di Vatikan.

Karya tersebut bukanlah tafsir biasa. Butet menghadirkan kisah Jalan Salib dengan sentuhan budaya Jawa, menghadirkan tokoh-tokoh punakawan seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Baginya, perjalanan menghadirkan karya itu ke Tahta Suci Vatikan bukanlah perkara mudah.

"Bukan perkara mudah. Penuh lika-liku jalannya," tulis Butet dalam unggahannya.

Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Duta Besar RI untuk Tahta Suci Vatikan, Trias Kuntjahyo, beserta jajaran staf yang telah banyak membantu hingga karya "cah Bantul" itu akhirnya dapat menghuni Basilika, tempat yang disebutnya sebagai "ndalemnya Rama Kanjeng Paus Leo XIV".

Momen paling menggetarkan terjadi saat penyerahan lukisan berlangsung di halaman Basilika. Butet bersama istrinya, Ageng Rulyani Isfihana, mendapat kesempatan langka untuk mencium tangan Paus Leo XIV secara langsung.

"Paus Leo XIV sangat senang dengan tafsir ini," ungkapnya.

Bagi Butet, pengalaman tersebut menjadi semakin mengharukan karena latar belakang dirinya dan sang istri yang berbeda dengan tradisi Katolik. Dengan gaya khas yang jujur dan jenaka, ia menuliskan bahwa status agamanya "tidak jelas", sementara Ageng Rulyani merupakan seorang hajjah.

"Meskipun status agamaku tidak jelas dan Bu Ageng adalah Hajjah, namun memperoleh kesempatan bersejarah ini terasa mengharukan," tulisnya.

Butet mengaku merasakan kehangatan dan keberkahan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata setelah menerima berkat langsung dari Paus di Tahta Suci Vatikan.

"Sungguh diberkati oleh Paus rasanya gimana gitu, apalagi langsung di Tahta Suci Vatican. Uasuwoook," tulisnya menutup kisah yang sarat rasa syukur tersebut.

Unggahan Butet Kartaredjasa pun menuai apresiasi dari banyak warganet. Mereka melihat peristiwa tersebut bukan hanya sebagai pencapaian seorang seniman, melainkan juga sebagai simbol indahnya perjumpaan budaya, kemanusiaan, dan toleransi lintas iman yang lahir dari karya seni anak bangsa.

Dari Bantul hingga Vatikan, perjalanan 14 lukisan Jalan Salib bercorak Jawa itu menjadi bukti bahwa seni mampu melampaui sekat-sekat agama dan geografis, menghadirkan pesan universal tentang kasih, persaudaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman.

 

Komentar