Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:56
NEWS

Ledakan di Beirut, Seluruh WNI Aman

Ledakan di Beirut, Seluruh WNI Aman
(AFP)

ASKARA - KBRI Beirut memastikan seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat menyusul ledakan dahsyat yang mengguncang ibu kota Lebanon itu pada Selasa (4/8).

"Berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat. Dalam catatan KBRI, terdapat 1447 WNI, 1234 di antaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa," jelas Duta Besar RI untuk Lebanon Hajriyanto Y Tohari dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8).

KBRI telah menyampaikan imbauan melalui grup aplikasi percakapan Whatsapp dan melalui simpul-simpul WNI, serta mengimbau agar WNI segera melapor apabila berada dalam situasi tidak aman.

"Sejauh ini WNI terpantau aman. Seorang WNI yang sedang menjalani karantina di Rumah Sakit Rafiq Hariri yang tidak jauh dari lokasi ledakan juga sudah terkonfirmasi aman," kata Dubes Hajriyanto.

KBRI juga telah melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian setempat dan meminta laporan segera apabila ada informasi terbaru mengenai WNI dan sepakat akan segera menyampaikan informasi kepada KBRI.

Ledakan besar terjadi di Port of Beirut pada Selasa pukul 18.02 waktu setempat. Lokasi pelabuhan berdekatan dengan pusat Kota Beirut.

Tingkat kehancuran dan kerusakan properti terjadi dalam radius beberapa kilometer dari pusat ledakan. Sejauh ini, sedikitnya 78 orang dilaporkan tewas akibat ledakan, sementara sekitar 4000 lainnya luka-luka.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan, ledakan tersebut berkaitan dengan 2750 ton amonium nitrat yang ditimbun selama enam tahun di gudang pelabuhan.

Aoun menyebut penimbunan zat kimia bersifat eksplosif tersebut "tidak dapat diterima" karena dilakukan secara serampangan tanpa memperhatikan aspek keamanan.

Amonium nitrat adalah senyawa kimia yang biasa digunakan untuk pupuk dan menjadi campuran zat dalam konstruksi pertambangan. (antara) 

 

Komentar