Selasa, 21 Juli 2026 | 23:03
NEWS

Tim SAR Gabungan Temukan Satu Korban Meninggal Dunia Akibat Ledakan Gas Rumah Tangga di Medan Polonia

Pencarian Satu Korban Masih Berlanjut

Tim SAR Gabungan Temukan Satu Korban Meninggal Dunia Akibat Ledakan Gas Rumah Tangga di Medan Polonia
Tim SAR Gabungan temukan satu korban meninggal dunia akibat ledakan gas rumah tangga di Medan Polonia (Dok Basarnas)

ASKARA - Tim SAR Gabungan yang dikoordinasikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan kembali melanjutkan Operasi SAR hari kedua (H.2) terhadap peristiwa runtuhnya bangunan akibat dugaan ledakan gas rumah tangga yang terjadi di Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (20/7), ketika sebuah bangunan mengalami keruntuhan akibat dugaan ledakan gas rumah tangga yang mengakibatkan sejumlah orang tertimbun material bangunan. Setelah menerima informasi kejadian, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan segera mengerahkan Tim Rescue beserta peralatan Urban Search and Rescue (USAR) untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan bersama unsur SAR gabungan.

Memasuki hari kedua operasi, Selasa (21/7), kegiatan diawali dengan apel briefing pada pukul 07.30 WIB guna mengevaluasi hasil pencarian sebelumnya sekaligus menyusun strategi operasi lanjutan. Tim SAR Gabungan kemudian membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU).

SRU I melaksanakan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal di sekitar lokasi kejadian. SRU II melakukan pencarian dan evakuasi dengan metode ASR 1 pada area yang lebih luas disertai identifikasi potensi bahaya serta pengembangan sektor pencarian. SRU III melakukan pencarian cepat menggunakan metode ASR 3 dengan fokus pada struktur bangunan yang diperkirakan masih terdapat korban menggunakan peralatan ekstrikasi. Sementara itu, SRU IV melakukan proses evakuasi material reruntuhan dengan dukungan alat berat berupa crane, mobil tangga pemadam kebakaran, ekskavator, serta alat pemotong besi untuk membuka akses menuju titik-titik yang diduga terdapat korban.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada pukul 15.40 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu orang korban berjenis kelamin perempuan dalam kondisi meninggal dunia di bawah material reruntuhan. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Columbia Asia Medan untuk proses identifikasi oleh pihak berwenang. Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban masih dalam tahap verifikasi.

Berdasarkan data sementara, dari total tujuh orang korban dalam kejadian tersebut, empat orang berhasil selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Adapun korban selamat terdiri dari:

* Jeavelin (2 tahun), perempuan;
* Hasan, laki-laki;
* Seorang sopir (identitas masih diverifikasi);
* Seorang kurir (identitas masih diverifikasi).
Dan korban meninggal dunia an. Jesika (pr) berusia 36 tahun.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, S.H., M.Si., selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan bahwa proses pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel mengingat kondisi bangunan yang masih sangat labil dan berpotensi mengalami runtuhan susulan.

> "Seluruh unsur SAR gabungan bekerja secara terpadu dengan membagi sektor pencarian serta memanfaatkan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan alat ekstrikasi untuk mempercepat proses pencarian korban. Medan operasi memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi karena banyak material bangunan yang tidak stabil, sehingga setiap tahapan evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar tetap menjamin keselamatan personel sekaligus memaksimalkan peluang menemukan korban," ujar Hery Marantika.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan menemukan satu korban pada hari kedua merupakan hasil kerja sama seluruh unsur SAR gabungan yang bekerja tanpa henti sejak operasi dimulai.

> "Saat ini fokus kami adalah menemukan satu korban yang masih dinyatakan hilang. Tim SAR Gabungan akan terus melanjutkan proses pencarian dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia hingga seluruh korban berhasil ditemukan," tambahnya.

Operasi SAR melibatkan gabungan instansi antara lain dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, Brimob Polda Sumut, Dit Samapta Polda Sumut, Polres, TNI AU, TNI AD, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, BPBD Kota Medan, Pemerintah setempat, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, PT MBS, serta unsur pendukung lainnya.

Dalam pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai peralatan utama, di antaranya Rescue Truck, Rescue Car Double Cabin, drone thermal, crane, mobil tangga pemadam kebakaran, ekskavator, dozer, peralatan ekstrikasi, peralatan mountaineering, peralatan medis, peralatan komunikasi, alat penerangan, ambulans, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Proses pencarian masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya akses menuju lokasi yang sempit serta banyaknya material bangunan yang rawan mengalami runtuhan susulan. Meski demikian, Tim SAR Gabungan tetap melanjutkan operasi dengan mengutamakan aspek keselamatan personel dan efektivitas pencarian hingga korban terakhir berhasil ditemukan. 

 

 

Komentar