Kamis, 04 Juni 2026 | 11:54
NEWS

Nadiem Makarim Minta Maaf, Begini Katanya Soal Sampoerna dan Tanoto Foundation

Nadiem Makarim Minta Maaf, Begini Katanya Soal Sampoerna dan Tanoto Foundation
Nadiem Makarim (Kemdikbud.go.id).

ASKARA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim berharap organisasi penggerak seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kembali bergabung dalam program organisasi penggerak. 

Nadiem menyebut organisasi tersebut sudah menjadi mitra strategis pemerintah dan berjasa besar di dunia pendidikan. Bahkan jauh sebelum negara ini berdiri. 

Menurut Nadiem, tanpa pergerakan ketiganya dari Sabang hingga Merauke. Identitas, budaya dan misi dunia pendidikan di Indonesia tidak akan terbentuk. 

"Penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala keprihatinan yang timbul dan berharap agar tokoh dan pimpinan NU, Muhammadiyah dan PGRI bersedia terus memberikan bimbingan pelaksanaan program, yang kami sadari betul belum sempurna," kata Nadiem dalam keterangannya, Rabu (29/7).

Sebelumnya, ketiga organisasi besar itu mundur dari partisipasi aktif dalam Program Organisasi Penggerak (POP). Diduga karena Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation masuk daftar Organisasi Penggerak.

Namun Nadiem menegaskan, yayasan Putera Sampoerna bersama Tanoto menggunakan pembayaran skema sendiri untuk menggunakan program tersebut. Jadi tidak menggunakan APBN. 

"Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN dalam Program Organisasi Penggerak dan mereka menyambut baik saran tersebut," ucap Nadiem.

Sementara, organisasi yang menanggung biaya pelaksanaan program secara mandiri, nantinya tidak wajib mematuhi persyaratan pelaporan keuangan yang diperlukan untuk bantuan pemerintah. 

Tapi pihaknya tetap meminta laporan pengukuran keberhasilan program dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Instrumen pengukuran antara lain asesmen kompetensi minimum dan survei karakter untuk SD,SMP, dan SMA. 

Kemudian, instrumen capaian pertumbuhan dan perkembangan anak untuk PAUD. "Kami yakin penguatan gotong-royong membangun pendidikan ini dapat mempercepat reformasi pendidikan nasional yang diharapkan kita semua," tandas Nadiem.

Komentar