Sabtu, 13 Juni 2026 | 21:13
NEWS

Jangan Lengah, Waspadai Gelombang Kedua Covid-19

Jangan Lengah, Waspadai Gelombang Kedua Covid-19
Ilustrasi. (CNBC)

ASKARA - Masyarakat diimbau agar tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan mengantisipasi kemungkinan ancaman gelombang kedua Covid-19.

"Intinya, sebaiknya kita tetap selalu disiplin membiasakan untuk menjalankan protokol hidup sehat mulai dari pakai masker, menjaga jarak fisik, menghindari kerumunan, hingga mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer serta menjaga kebugaran atau stamina tubuh," kata anggota DPR RI Marwan Jafar, Senin (15/6). 

Meskipun telah memasuki normal baru, mantan menteri Desa-PDTT itu mengingatkan seluruh lapisan masyarakat bahwa laju penyebaran Covid-19 masih terus terjadi di Tanah Air.

Untuk itu, Marwan menekankan pentingnya masyarakat melakukan antisipasi dan tetap waspada serta patuh terhadap protokol kesehatan, terutama bagi mereka yang terpaksa harus bekerja di luar rumah.

"Beberapa perilaku sosial kita secara individu, di tingkat keluarga, lingkungan tetangga RT-RW, tempat peribadatan, pasar, maupun tempat-tempat umum kita ingatkan masih tetap perlu kita jalani protokol kesehatan itu dan agar senantiasa terus saling menjaga diri. Hal ini demi satu tujuan yaitu mengantisipasi dan mencegah terjadinya yang dikenal sebagai gelombang kedua kemungkinan penyebaran virus corona," paparnya. 

Ketua Fraksi PKB DPR itu menambahkan bahwa semua pihak berharap gelombang kedua periode penyebaran virus corona jenis baru tidak terjadi di Indonesia.

Apalagi, dengan adanya kebijakan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar, adaptasi, normal baru menuju hidup aman dan produktif.

Marawan menyarankan kepada masyarakat jangan lengah, abai hingga lepas kendali. Masyarakat harus tetap mengantisipasi kemungkinan gelombang kedua Covid-19.

"Yang jelas dengan belajar dan membandingkan dengan kondisi sejumlah negara lain maka lebih bijak, lebih baik, dan lebih cerdas kita di Indonesia juga tetap bersikap ekstra waspada terhadap kemungkinan adanya gelombang kedua virus corona," imbuhnya. (antara)

Komentar