Minggu, 14 Juni 2026 | 00:01
NEWS

Catatan Ikappi, 27 Pedagang Pasar Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Catatan Ikappi, 27 Pedagang Pasar Meninggal Dunia Akibat Covid-19
Ilustrasi. (Dok. Antara)

ASKARA - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengumumkan data pedagang pasar yang terdampak virus corona (Covid-19).

Hingga hari ini (Kamis, 11/6), tercatat sebanyak  27 pedagang pasar meninggal dunia akibat Covid-19.

Para pegadang berasal dari Pasar Besar Palangkaraya satu orang, Pasar Segar Balikpapan dua orang, Pasar Oro-Oro Dowo Malang satu orang, Pasar Kliwon Kudus satu orang, Pasar Pujon Malang satu orang, dan Pasar Kolpajung Pamekasan satu orang.

Kemudian Pasar Raya Padang tiga orang, Pasar Induk Bojonegoro tiga orang, Pasar Kupang Gunung Surabaya satu orang, Pasar Mardika Ambon satu orang, Pasar Simo I Surabaya dua orang.

Selanjutnya di Pasar Jojoran I Surabaya satu orang, Pasar PPI Surabaya dua orang, Pasar Keputran Surabaya satu orang, Pasar Sentral Antasari Banjarmasin satu orang, Pasar Kasih Naikoten Kupang satu orang, Pasar Pinangsungkulan Manado satu orang, Pasar Kramat Jati Jakarta satu orang, dan Pasar Mandalika Mataram satu orang.

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPP Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan, seluruh pedagang yang meninggal dunia sebelumnya telah diperiksa melalui tes swab.

"Hasil swab biasanya ketika gelombang kedua dilakukan swab dan dinyatakan positif langsung dikarantina secara mandiri di rumah atau dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19," ujarnya saat dihubungi Askara.

Ikappi pun meminta pengelola pasar atau para pedagang untuk mengatur ulang jarak antara pedagang satu dengan yang lain, melakukan tes suhu badan kepada pengunjung sebelum masuk pasar, dan mempersiapkan skat plastik antara pedagang dan pembeli.

Selain itu, pedagang juga diminta wajib menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan pembeli dan pedagang lain minimal 1 meter, serta mempersiapkan tempat cuci tangan di masing-masing blok pasar.

"Pedagang diimbau sering mencuci tangan dan menghindari berjabat tangan dengan pedagang lain dan pengunjung," ujar Reynaldi.

Kemudian melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah pasar secara berkala saat operasional pasar sedang tutup, terakhir mencuci tangan dan wajah setelah pulang dari pasar.

Pembeli juga diimbau untuk menggunakan masker saat ke pasar tradisional, menjaga jarak aman dengan pedagang dan pengunjung lain minimal 1 meter, menjaga kebersihan tangan dengan cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Selain itu, mencuci tangan di lingkungan pasar yang disediakan oleh pengelola atau pedagang. Kemudian menyemprot disinfektan ke tas belanja yang sering dipegang atau uang kembalian dari pedagang, serta mencuci tangan, kaki dan wajah bila perlu mandi setelah pulang dari pasar.

"Hindari berjabat tangan dengan pedagang dan pengunjung lain," kata Reynaldi.

Komentar