Fokus Sehat Dulu, Persija Minta Liga 1 Disetop
ASKARA - Sebagian besar klub dari Liga 1 dan Liga 2 meminta kompetisi dihentikan sementara di tengah pandemi Covid-19.
Seperti halnya Klub Persija Jakarta meminta sepenuhnya kompetisi dihentikan.
Direktur Olah Raga Persija Jakarta Ferry Paulus mengatakan bahwa pertimbangan memilih kompetisi disetop saat ini karena terlalu berisiko. Mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.
Meskipun pemerintah menganjurkan untuk hidup berdampingan dengan virus corona tapi saat pertandingan berlangsung mungkin akan ada suporter yang melakukan nonton bareng.
"Kami mintanya disetop, hal itu cukup berisiko. Kecuali penularan di daerahnya sudah mencapai angka nol," ujar Ferry di Jakarta, Sabtu (30/5).
Tim berjuluk Macan Kemayoran itu ingin kembali tampil di kompetisi jika kondisi Indonesia sudah mampu mengendalikan penyebaran dan penularan Covid-19.
Seperti halnya di Jerman. Sebelum kembali menggulirkan Bundesliga pada 16 Mei lalu, pemerintahnya mendeklarasikan telah berhasil mengendalikan wabah Covid-19.
"Intinya Persija Jakarta mau melanjutkan kompetisi jika segala sesuatunya sudah clear, landai, dan turun. Seperti halnya di Jerman yang kemungkinan penularannya sudah kecil," kata Ferry.
Klub kebanggan ibu kota itu menginginkan fokus terhadap kesehatan para pemain. Sambil menunggu pandemi mereda.
"Lebih baik konsentrasi musim ini bagaimana caranya PSSI membuat kebijakan dengan kaitan kompetisi. Kita mulai babak baru tapi pemain dan ofisial diberi kelonggaran menjadi bagian yang kita punya. Fokus sehat dulu," jelas Ferry.
Sebelumnya, PSSI melakukan rapat virtual untuk mendengarkan masukan dan sikap setiap klub tentang Liga 1 dan Liga 2 2020 apakah lebih baik dilanjutkan atau tidak. Alhasil, sebanyak 31 klub dari 42 tim sepakat kompetisi harus berhenti sementara.

Komentar