Senin, 08 Juni 2026 | 23:30
NEWS

Dua Rumah Hanyut dan 44 Rumah Terendam Banjir di Sumba

Dua Rumah Hanyut dan 44 Rumah Terendam Banjir di Sumba
Banjir merendam sejumlah wilayah di Sumba. (Dok: BNPB)

ASKARA - Bencana banjir merendam dan menghayutkan dua rumah warga Dusun Benda, Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga, Sumba Timur. Kejadian ini terjadi pada Rabu (20/5) dini hari, pukul 02.00 WITA.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, banjir dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit Sungai Pangulado meluap. 

"Selain menghanyutkan dua unit rumah, banjir juga merendam 44 unit rumah di dusun itu," ujar Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5).

BPBD setempat melaporkan 230 jiwa mengungsi di Balai Desa Kaliuda. Mereka masih bertahan di pengungsian sementara. "Penanganan darurat telah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat," ungkapnya. 

Melalui BPBD Kabupaten Sumba Timur, tim reaksi cepat (TRC) diturunkan untuk melakukan kaji cepat. Menghindari jatuhnya korban jiwa, tim juga melakukan evakuasi warga menuju tempat yang aman. 

"Pemerintah daerah membantu warga terdampak dengan bantuan logistik," ucap Raditya. 

BPBD melaporkan kondisi wilayah itu masih mendung dan berpotensi hujan pada pukul 14.00 waktu setempat. Banjir yang terjadi dini hari tadi berangsur surut dengan tinggi muka air sekitar 40 sentimeter.  

Kabupaten Sumba Timur merupakan wilayah yang memiliki potensi banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, terdapat 16 kecamatan yang berpotensi banjir dengan luas are terdampak mencapai sekitar 75 ribu hektare. 

Selain luas wilayah terdampak, fasilitas publik berupa sekolah dengan jumlah 63 unit berpotensi banjir dengan kategori sedang, dan 7 lainnya pada kategori tinggi.

Sebelumnya BNPB mencatat sebanyak 1.296 bencana terjadi sejak awal tahun hingga 18 Mei 2020. Bencana hidrometeorologi masih mendominasi. Seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung.

Tercatat gempa bumi terjadi 5 kali, erupsi gunung api 3 kali, kebakaran hutan dan lahan sebanyak 120 kali, kekeringan 1 kali.

Bencana paling dominan seperti banjir terjadi 495 kali, tanah longsor 291 kali, bencana puting beliung 375 kali, gelombang pasang dan abrasi terjadi 5 kali. Ditambah epidemi Covid-19. 

Komentar